Jalani Fit And Proper Test, Ini Quick Win 100 Hari Suyudi Ario Seto Jika Jadi Kapolri

16 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Calon Kapolri Komjen Pol Suyudi Ario Seto memaparkan sejumlah program yang akan dijalankan apabila mendapat amanah memimpin Polri. Paparan tersebut disampaikan Suyudi dalam Uji Kelayakan dan Kepatutan atau fit and proper test calon Kapolri di Komisi III DPR RI, Kamis (1/10/2026).

Suyudi membagi program 100 hari pertamanya ke dalam tiga tahapan. Pada hari pertama hingga hari ke-30, ia akan memfokuskan diri untuk mengetahui kondisi sebenarnya di tubuh Polri sekaligus membangun dasar evaluasi.

“Program 100 hari pertama, hari pertama sampai 30 mengetahui keadaan sebenarnya, menetapkan komando perubahan, membangun base line, memeriksa penerimaan laporan respons 110, tunggakan untuk perkembangan perkara, pengaduan perlindungan kelompok rentan, kesiapan Polres Polsek, serta memetakan kejahatan berdampak tinggi,” kata Suyudi.

Ia mengatakan, tahapan awal tersebut juga akan digunakan untuk melihat berbagai temuan terkait dugaan tindak pidana yang membutuhkan penanganan.

Memasuki hari ke-31 hingga hari ke-60, Suyudi akan menguji berbagai langkah perbaikan yang telah dilakukan. Selanjutnya, pada hari ke-61 hingga hari ke-100, hasil perbaikan akan diperlihatkan sekaligus dilakukan koreksi apabila ditemukan kegagalan.

“Begitu juga temuan dugaan tindak pidana. Dan kemudian hari ke-31 sampai 60, yaitu menguji perbaikan. Hari 61 ke 100 memperlihatkan hasil dan mengoreksi kegagalan,” ujarnya.

Dalam periode 100 hari pertama, Suyudi juga menyiapkan sejumlah quick win. Program tersebut mencakup upaya menciptakan ruang publik yang aman, pemberantasan dan pemulihan kawasan narkoba, pemberantasan judi daring serta penipuan digital.

Selain itu, ia menargetkan peningkatan respons layanan kepolisian melalui layanan 110 dan SPKT yang ramah terhadap korban. Penanganan perkara juga akan diarahkan agar dapat dilacak melalui SP2HP dengan kepastian perkembangan perkara.

Suyudi turut memasukkan pembenahan internal, penguatan Polres dan Polsek, serta penerapan KUHP dan KUHAP melalui pendekatan scientific investigation dalam agenda tersebut.

“Quick win 100 hari. Mulai dari ruang publik aman, pemberantasan dan pemulihan kawasan narkoba, bersih judi daring dan penipuan digital, 110 respon cepat dan SPKT ramah korban, perkara terlacak SP2HP pasti, bersih ke dalam, Polres kuat Polsek tangguh, KUHP dan KUHAP scientific investigation,” tuturnya.

Menurut Suyudi, 100 hari pertama kepemimpinan tidak seharusnya digunakan sekadar untuk memperkenalkan banyak program. Masa tersebut, kata dia, harus menjadi periode untuk menunjukkan arah perubahan Polri.

“100 hari pertama bukan panggung untuk mengumumkan sebanyak mungkin program, 100 hari pertama adalah fase membuktikan arah,” tegasnya.

Untuk jangka menengah hingga 2029, Suyudi menekankan pentingnya komitmen pimpinan dalam melakukan perubahan. Ia menilai perubahan di tubuh Polri tidak dapat hanya dibebankan kepada anggota.

16 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU