HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui pemerintahannya kini tidak lagi terlalu agresif dalam mendorong negosiasi dengan Iran.
Trump mengatakan pendekatan terhadap Teheran dilakukan lebih tenang dan tidak terlalu terbuka. Washington disebut berharap tekanan ekonomi bisa membuat Iran lebih terbuka terhadap kesepakatan.
Pernyataan itu disampaikan Trump pada Minggu (9/8) dalam percakapan telepon singkat dengan redaksi Axios.
“Kami hanya bernegosiasi setengah hati dengan mereka. Kami hanya mengamati Iran dengan inflasi yang sangat tinggi dan kenyataan bahwa mereka tidak memiliki uang,” kata Trump, seperti dikutip Holopis.com dari Axios, Senin (10/8/2026).
Trump menilai kondisi ekonomi Iran saat ini berada dalam tekanan berat. Ia juga memberi sinyal bahwa AS masih memiliki opsi untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap pemerintahan di Teheran.
Trump Tak Keluarkan Ancaman Militer Baru
Meski kembali menyinggung kondisi Iran, Trump tidak melontarkan ancaman militer baru dalam pernyataannya tersebut.
Sikap ini menjadi perhatian karena beberapa waktu sebelumnya Trump sempat menyatakan bahwa AS berada dalam posisi untuk mengambil langkah militer terhadap Iran.
Pada akhir pekan lalu, Trump bahkan mengatakan dirinya telah membatalkan serangan besar terhadap Iran.
Alasannya, menurut Trump, peluang tercapainya kesepakatan damai semakin terbuka. Kesepakatan itu diharapkan bisa membuka kembali Selat Hormuz sekaligus mengakhiri ambisi nuklir Iran.
Perubahan pendekatan tersebut membuat arah kebijakan Washington terhadap Teheran kembali menjadi sorotan.
Dari Ancaman Militer ke Upaya De-eskalasi
Pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa Trump sebelumnya lebih condong untuk melanjutkan aksi militer besar terhadap Iran pada pekan lalu.
Namun, posisi tersebut disebut mulai berubah.
Trump kini dinilai lebih memilih jalur de-eskalasi, atau mengurangi ketegangan, sambil tetap mempertahankan tekanan terhadap Iran melalui sektor ekonomi.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Washington belum sepenuhnya meninggalkan tekanan terhadap Teheran. Hanya saja, cara yang digunakan kini cenderung lebih tertutup dan tidak terlalu konfrontatif di ruang publik.
Trump juga menilai tekanan ekonomi yang sedang dihadapi Iran dapat menjadi faktor penting dalam mendorong tercapainya kesepakatan.



