HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Kolombia bergerak cepat menangani dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat negara tersebut. Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menetapkan status bencana nasional sekaligus mengerahkan sejumlah menteri ke wilayah terdampak untuk mempercepat proses evakuasi dan penyelamatan.
Keputusan tersebut diambil setelah De la Espriella menggelar rapat darurat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana Kolombia (UNGRD). Setelah pertemuan, sang presiden dijadwalkan menuju Pereira, salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah, untuk memantau langsung penanganan bencana.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Rodrigo Lara ditugaskan mengoordinasikan operasi penyelamatan di kawasan penghasil kopi. Menteri Kesehatan dan Menteri Pertahanan diarahkan menuju wilayah Chocó, sedangkan Menteri Transportasi Elsa Noguera bertanggung jawab mengoordinasikan penanganan di Valle del Cauca dari Cali.
De la Espriella juga membatalkan agenda kunjungannya ke La Guajira, provinsi di bagian utara Kolombia yang tidak terdampak langsung oleh gempa.
Besarnya dampak gempa mulai terlihat dari laporan kerusakan di sejumlah wilayah. Media lokal dan regional melaporkan puluhan bangunan mengalami keruntuhan di beberapa kota yang berada di Valle del Cauca, kawasan penghasil kopi, serta Chocó.
Dalam konferensi pers, De la Espriella menyampaikan bahwa lebih dari 110 orang meninggal dunia, sementara sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka akibat gempa.
Selain korban jiwa, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan pada ribuan rumah. Pemerintah mencatat lebih dari 1.500 rumah terdampak, dengan 37 di antaranya mengalami kerusakan hingga tidak dapat digunakan.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas publik. Sebanyak 61 bangunan dilaporkan runtuh, sementara 18 fasilitas kesehatan, 52 sekolah, dan 17 pusat komunitas mengalami kerusakan.
Bandara Pereira turut terdampak setelah bagian atap bangunan bandara runtuh. Lima bandara lain di wilayah barat Kolombia juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan.
Operasi penyelamatan turut menghadapi kendala akses. Kepolisian Nasional Kolombia menyebut sejumlah jalur darat sulit dilalui akibat longsor dan pohon tumbang yang menutup jalan.
Hingga kini, pemerintah Kolombia belum merilis jumlah warga yang masih dinyatakan hilang. Tim penyelamat masih dikerahkan ke sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan parah untuk mencari kemungkinan korban yang masih terjebak.
Wakil Presiden Jose Manuel Restrepo menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas pemerintah dalam menghadapi situasi darurat tersebut.
“Saat ini, yang paling penting adalah melindungi nyawa, menyelamatkan mereka yang masih terjebak, menangani korban luka, dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang paling terdampak,” demikian dikatakan Jose Manuel Restrepo dikutip Holopis.com, Senin (11/8).



