HOLOPIS.COM, JAKARTA -Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan penolakannya terhadap rencana perdamaian 15 poin yang diusulkan Board of Peace, lembaga bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, untuk mengakhiri konflik di Jalur Gaza.
Dalam rapat kabinet mingguan yang disiarkan pada Minggu (9/8/2026), Netanyahu menyatakan Israel tidak akan menarik pasukannya dari Gaza selama kelompok Hamas belum menyerahkan seluruh persenjataannya.
Ia menegaskan bahwa pelucutan senjata yang dimaksud bukan sekadar simbolis, melainkan mencakup seluruh jenis persenjataan yang dimiliki Hamas.
“Yang saya maksud adalah senjata berat, senjata yang lebih ringan, semua senjata. Kami berbicara tentang pelucutan senjata yang nyata, bukan pelucutan senjata fiktif,” kata Netanyahu, dikutip Holopis.com, Minggu (9/8).
Selain menolak usulan tersebut, Netanyahu kembali menegaskan sikap pemerintahannya terhadap masa depan Palestina. Ia memastikan tidak akan ada negara Palestina yang berdiri di Gaza maupun Tepi Barat selama dirinya masih menjabat sebagai perdana menteri.
Netanyahu juga kembali menekankan bahwa Israel tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.
“Keberadaan negara kita yang berharga, negara milik kita semua, keberadaan Israel, tidak bisa dinegosiasikan,” ujarnya.
Meski mengakui Washington terus berdiskusi dengan Israel mengenai masa depan Gaza, Netanyahu mengatakan tidak semua usulan dari Amerika Serikat dapat diterima pemerintahnya.
“Mereka memiliki sejumlah gagasan. Ada yang bisa kami terima dan ada yang tidak bisa kami terima. Kami tahu bagaimana mempertahankan posisi kami,” katanya.
Menurut Netanyahu, Israel telah berkali-kali menunjukkan kemampuannya mempertahankan kepentingan nasional dalam setiap proses negosiasi.
Pernyataan Netanyahu langsung mendapat respons dari Hamas. Pejabat senior Hamas, Basem Naim, meminta para mediator internasional dan pemerintah Amerika Serikat menekan Israel agar menjalankan tahapan yang telah disepakati dalam peta jalan perdamaian.
Sebelumnya, serangan Israel di Jalur Gaza dilaporkan mulai berkurang setelah pertemuan antara Netanyahu dan utusan Board of Peace untuk Gaza, Nikolay Mladenov, awal pekan ini. Lembaga tersebut bertugas mengawasi pelaksanaan gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Donald Trump sebelumnya mengklaim telah terjadi kemajuan dalam upaya perdamaian di Gaza. Ia menyebut Hamas telah menyatakan kesediaannya untuk melucuti senjata sebagai bagian dari rencana damai yang mulai dijalankan setelah tercapainya gencatan senjata pada 2025.


