Usai Harga Ayam Anjlok, Amran Kirim Surat Penting ke Menperin, Apa Isinya?

0 Shares

JAKARTA, Holopis.com – Harga ayam anjlok membuat Mentan Amran mengirim surat penting ke Menperin. Apa isi permintaannya dan bagaimana dampaknya bagi peternak ayam?

Pemerintah mulai mengambil langkah tegas menyikapi anjloknya harga ayam hidup (live bird) yang membuat peternak rakyat merugi.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengirimkan surat kepada Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai upaya membatasi masuknya investasi perusahaan besar ke sektor budidaya ayam.

Langkah tersebut diambil setelah harga ayam hidup di tingkat peternak terus berada di bawah biaya produksi.

Kondisi itu dinilai mengancam keberlangsungan usaha peternak mandiri yang selama ini menjadi tulang punggung produksi unggas nasional.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi, mengatakan surat yang dikirim Menteri Pertanian merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang lebih adil bagi peternak rakyat.

- Advertisement -

Menurutnya, Kementan mengusulkan agar investasi perusahaan skala besar tidak lagi diarahkan ke usaha budidaya ayam, sehingga ruang usaha bagi peternak kecil tetap terjaga.

“Pak Menteri sudah menyampaikan surat kepada Menteri Perindustrian agar investasi perusahaan besar di sektor peternakan ayam diperketat. Ini merupakan salah satu langkah yang sedang ditempuh pemerintah,” kata Suwandi saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai kebijakan lain untuk memperbaiki kondisi pasar.

Salah satunya mendorong peningkatan konsumsi telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya memperluas penyerapan hasil produksi peternak.

Sebelumnya, Amran menegaskan bahwa usaha budidaya ayam semestinya menjadi ladang usaha bagi peternak rakyat, bukan didominasi oleh perusahaan besar yang memiliki modal dan integrasi bisnis jauh lebih kuat.

Ia menyatakan pemerintah mendukung pengetatan investasi di sektor tersebut agar kesempatan usaha tetap terbuka bagi peternak kecil.

Amran juga memastikan jajarannya telah diminta segera menindaklanjuti kebijakan tersebut melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Langkah pemerintah itu mendapat perhatian setelah Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) menyampaikan bahwa penyebab utama jatuhnya harga ayam bukan karena tingginya biaya pakan, melainkan kelebihan pasokan di pasar.

Sekretaris Jenderal GOPAN, Sugeng Wahyudi, menjelaskan produksi ayam broiler terus meningkat karena semakin banyak pelaku usaha besar yang masuk ke sektor budidaya.

Sementara itu, pertumbuhan konsumsi masyarakat tidak mampu mengimbangi lonjakan produksi.

Akibatnya, harga ayam hidup di kandang peternak terus tertekan dan berada jauh di bawah harga pokok produksi.

Berdasarkan data yang disampaikan GOPAN, harga ayam hidup saat ini hanya berkisar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

Angka tersebut terpaut sekitar Rp5.000 dari biaya produksi yang diperkirakan mencapai Rp20.000 per kilogram.

Kondisi tersebut membuat banyak peternak rakyat harus menjual hasil panennya dalam keadaan merugi.

GOPAN pun mendorong pemerintah melakukan penataan ulang industri perunggasan, termasuk membatasi ekspansi perusahaan besar yang telah menguasai bisnis pakan ternak, pembibitan ayam atau day old chick (DOC), hingga budidaya ayam pedaging.

Organisasi itu menilai pengendalian investasi di sektor budidaya menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan persaingan usaha yang lebih sehat sekaligus menjaga keberlangsungan peternak mandiri.

Dengan pengiriman surat kepada Kementerian Perindustrian, pemerintah berharap kebijakan lintas kementerian dapat segera dirumuskan sehingga keseimbangan produksi dan kebutuhan pasar kembali terjaga.

Langkah tersebut juga diharapkan mampu mengangkat harga ayam hidup ke tingkat yang lebih menguntungkan bagi peternak rakyat tanpa mengganggu pasokan pangan nasional.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU