Bela 15 Juta Petani Sawit , Pemerintah Minta TBS Naik 10 Persen

3 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah tegas untuk melindungi petani sawit dari dugaan praktik under invoicing dan under pricing yang dinilai merugikan masyarakat.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pada Senin (8/6) mengumpulkan perusahaan-perusahaan sawit bersama perwakilan petani guna membahas kondisi harga Tandan Buah Segar (TBS) yang belakangan menjadi sorotan.

Dari pertemuan tersebut, pemerintah meminta perusahaan sawit menaikkan harga TBS di tingkat petani minimal 10 persen agar kembali sesuai kondisi pasar yang sebenarnya.

“Kita sepakat tidak ada lagi harga yang turun. Harus naik seperti kondisi semula. Bahkan bila perlu naik lebih tinggi. Kenapa? Nilai tukar dolar terhadap rupiah mengalami kenaikan sekitar 10 persen. Jadi, minimal harga TBS harus kembali seperti semula,” tegas Amran, Senin (8/6/2026).

Menurut Amran, terdapat kejanggalan karena harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di pasar dunia justru mengalami kenaikan signifikan. Di saat yang sama, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah juga menguat.

“Harga CPO dunia naik 47 persen, kurs dolar naik lebih dari 10 persen, tetapi harga TBS justru turun. Ini anomali. Tidak ada alasan harga tidak kembali normal, bahkan seharusnya naik sekitar 10 persen dari harga sebelumnya,” ujarnya.

- Advertisement -

Pemerintah pun menaruh perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Berdasarkan data hasil koordinasi dengan Satgas Pangan Polri, terdapat sekitar 1.900 perusahaan sawit yang terdaftar di Indonesia. Namun, sekitar 270 hingga 300 perusahaan disebut belum menaikkan harga TBS.

“300 perusahaan ini akan kita cek, mengapa mereka tidak menaikkan harga TBS seperti semula,” tegas Amran.

Langkah ini dilakukan untuk melindungi sekitar 15 juta petani sawit yang menggantungkan kehidupan mereka pada sektor perkebunan sawit.

“Kita harus menjaga petani kita. Ada 15 juta petani sawit di Indonesia. Tidak boleh kita rugikan mereka. Kalau harga dunia naik, kurs naik, tetapi harga di tingkat petani turun, itu tidak masuk akal,” ungkap Amran.

Ia menambahkan bahwa persoalan harga sawit juga menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Perintah Bapak Presiden sangat jelas, bela petani. Harga TBS harus kembali seperti semula, bahkan naik sekitar 10 persen mengikuti pergerakan kurs dan harga dunia,” pungkas Amran.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU