HOLOPIS.COM, JAKARTA – Film terbaru garapan Bayu Skak berjudul Foufo siap menghadirkan warna baru di perfilman Indonesia dengan memadukan komedi, fiksi ilmiah, dan drama keluarga. Film ini mengisahkan seorang pemuda Madura bernama Muslim yang kehidupannya berubah drastis setelah keluarganya kedatangan sesosok alien.
Setelah sukses lewat sejumlah film berbahasa Jawa, Bayu kini untuk pertama kalinya menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa utama dalam film nasional. Tak hanya itu, latar keluarga Madura juga dihadirkan secara autentik dengan sekitar 70 persen pemain yang berasal dari Madura. Menurut Bayu, keaslian tersebut menjadi salah satu kekuatan utama film.
“Kami melakukan casting besar-besaran di Surabaya Utara, tepatnya di Kaza Mall, karena memang dekat dan banyak masyarakat Madura yang tinggal di sana. Yang datang mencapai 2.500 orang dari berbagai sub-etnis Madura dengan ragam dialeknya,” ujar Bayu Skak.
Dari proses audisi tersebut, lahirlah sejumlah wajah baru yang akan meramaikan layar lebar, termasuk Ina Pogang dan aktor senior Siti Kam yang untuk pertama kalinya menjajal dunia akting film. Bayu menegaskan bahwa keputusan memilih talenta asli Madura dilakukan demi menjaga keaslian bahasa dan dialek. “Yang jelas otentiknya Maduranya sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi, karena memang dari Madura asli, nyel! Sehingga berbahasa Maduranya langsung enak didengar,” katanya.
Film Foufo sendiri berawal dari pengembangan IP Lab Skak Studios yang ingin menghadirkan sesuatu di luar tren horor-komedi yang saat ini mendominasi bioskop. Setelah mengeksplorasi budaya Jawa Timuran, Jawa Mataraman, hingga Jawa Ngapak di karya-karya sebelumnya, Bayu kini memilih budaya Madura sebagai inspirasi utama.
“Kami berpikir, bagaimana kalau kita tabrakkan langsung ide yang tidak biasa. Apa jadinya kalau ada UFO jatuh di Madura? Dari premisnya saja orang sudah tertawa. Alien datang ke Madura, ya dipretelin dong berarti,” kata Bayu.
Berbeda dari film-film sebelumnya, Bayu kali ini lebih memilih fokus sebagai sutradara. Ia hanya tampil singkat sebagai cameo yang memerankan karakter Joko, pegawai bank yang datang ke rumah Muslim untuk mengurus pinjaman. Sementara itu, karakter utama Muslim diperankan oleh Tretan Muslim, sedangkan Ade Kurniyawan atau Ade Bibir berperan sebagai Toni, seorang kolektor barang antik yang mengalami kejadian aneh setelah bertemu alien. Sosok alien Foufo sendiri diperankan oleh Bambang Ceper.
Diproduksi oleh Skak Studios bersama Sinemart, Foufo menjadi upaya baru dalam menghadirkan film komedi lokal yang mengangkat budaya daerah dengan balutan kisah fiksi ilmiah. Dengan cerita yang unik, penggunaan bahasa Madura yang autentik, serta deretan pemain lokal, Foufo diharapkan mampu menjadi alternatif hiburan segar bagi penonton Indonesia saat mulai tayang di bioskop pada 9 Juli 2026.

