Wamentan Sudaryono Sebut Partisipasi Kurban Nasional Naik 11,5 Persen: Sinyal Ekonomi Makin Sehat

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA Wamentan Sudaryono menyebut kenaikan partisipasi kurban nasional 11,5 persen jadi sinyal ekonomi Indonesia makin sehat dan daya beli membaik.

Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum DPN HKTI, Sudaryono, menyebut peningkatan partisipasi kurban nasional tahun ini menjadi sinyal positif bagi kondisi ekonomi Indonesia.

Menurutnya, kenaikan jumlah hewan kurban menunjukkan daya beli masyarakat tetap kuat di tengah tantangan global.

Hal itu disampaikan Sudaryono saat menghadiri pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Masjid Nurul Iman, Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (27/5/2026).

“Insyaa Allah negara kita dalam keadaan baik-baik. Pertumbuhan ekonomi juga baik. Kita bisa lihat partisipasi kurban yang besar,” kata Sudaryono.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan jumlah pemotongan hewan kurban nasional pada 2025 mencapai 2.268.764 ekor.

- Advertisement -

Angka tersebut naik 11,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 2.033.995 ekor.

Kenaikan itu dinilai menjadi indikator membaiknya aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sektor peternakan dan perdagangan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Di lingkungan Kementerian Pertanian sendiri, jumlah hewan kurban yang disembelih tahun ini melonjak tajam dibanding dua tahun sebelumnya.

Total ada 49 ekor hewan kurban yang terdiri dari 41 sapi dan 8 kambing.

Sebagai perbandingan, pada 2024 hanya terdapat 2 sapi dan 15 kambing.

Sementara pada 2025 meningkat menjadi 9 sapi dan 10 kambing.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, memastikan stok hewan kurban nasional tahun ini dalam kondisi aman.

Menurutnya, total prognosa ketersediaan hewan kurban mencapai 3,2 juta ekor.

Jumlah itu terdiri dari sekitar 860 ribu sapi, 34 ribu kerbau, 1,4 juta kambing, dan 135 ribu domba.

Sementara kebutuhan nasional untuk Idul Adha 2026 diperkirakan sekitar 2,4 juta ekor.

Artinya masih terdapat surplus sekitar 800 ribu ekor.

“Alhamdulillah jumlah sapi kurban terus bertambah tiap tahun. Ini bentuk kepedulian Presiden kepada masyarakat sekaligus berkah bagi peternak,” ujar Agung.

Selain kurban masyarakat, pemerintah juga menyalurkan bantuan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto ke berbagai daerah.

Tahun ini, jumlah bantuan sapi kurban Presiden mencapai lebih dari seribu ekor yang disalurkan ke provinsi, kabupaten/kota, IKN, hingga sejumlah tempat khusus seperti istana dan organisasi masyarakat.

Kementerian Pertanian juga menyoroti meningkatnya kebutuhan kambing untuk Dam Haji yang kini dilaksanakan di Indonesia.

Pada 2025, jumlah kambing untuk Dam Haji tercatat sekitar 10 ribu ekor.

Sedangkan pada 2026 diperkirakan melonjak menjadi 32.691 ekor kambing.

Agung menyebut tren tersebut berpotensi besar mendongkrak ekonomi peternak lokal karena kebutuhan ternak diprediksi terus meningkat setiap tahun.

“Kalau jumlah jamaah haji Indonesia terus naik, kebutuhan kambing juga akan bertambah. Ini tentu menjadi peluang ekonomi bagi peternak di daerah,” katanya.

Ia memperkirakan total kebutuhan kambing kurban dan Dam Haji ke depan bisa mencapai 2 juta ekor per tahun.

Di sisi lain, pemerintah memastikan pelaksanaan kurban tetap memenuhi standar kesehatan hewan dan keamanan pangan. Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah telah menerbitkan pedoman teknis pelaksanaan kurban kepada panitia masjid dan masyarakat.

Sebanyak 8.633 petugas pemantau juga diterjunkan untuk mengawasi kesehatan hewan kurban di seluruh Indonesia. Tim tersebut terdiri dari dokter hewan, paramedik veteriner, organisasi profesi, hingga mahasiswa kedokteran hewan dari 14 kampus.

Sudaryono turut mengingatkan para Juru Sembelih Halal (Juleha) agar memperhatikan tata cara penyembelihan yang sesuai syariat dan prinsip kesejahteraan hewan.

Ia meminta alat sembelih dipastikan tajam dan proses pemotongan dilakukan secara higienis agar daging kurban aman dikonsumsi masyarakat.

“Kalau ada hewan sakit segera dilaporkan. Kebersihan juga harus diperhatikan supaya tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Ketua DKM Masjid Nurul Iman Kementerian Pertanian, Makmun, mengatakan tahun ini menjadi rekor penerimaan hewan kurban terbanyak di lingkungan Kementan.

Menurutnya, hewan kurban berasal dari Menteri Pertanian, Wakil Menteri Pertanian, pejabat Badan Karantina, pengurus HKTI, hingga pegawai Kementerian Pertanian.

“Total kurban dari HKTI sebanyak 15 ekor sapi, sedangkan lainnya berasal dari pejabat dan pegawai Kementerian Pertanian,” kata Makmun.

Meningkatnya jumlah hewan kurban nasional pun dinilai bukan hanya membawa berkah bagi masyarakat penerima daging kurban, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi peternak lokal di berbagai daerah.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Ronald Steven
Gesha Yuliani Nattasya, Ronald Steven
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU