Banjir dan Tanah Longsor Landa 5 Kecamatan di Kabupaten Lebak

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga belas desa yang berada di lima kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sejak beberapa hari yang lalu.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, peristiwa itu terjadi dipicu oleh hujan deras dengan durasi yang cukup lama.

Adapun wilayah terdampak meliputi Desa Gunung Wangun, Desa Neglasari, Desa Hegarmanah, Desa Cikadu, Desa Kujangjaya, Desa Cisungsang, dan Desa Ciherang di Kecamatan Cibeber, Desa Gunung Sari di Kecamatan Banjarsari, Desa Leuwidamar di Kecamatan Leuwidamar, Desa Cikatomas dan Desa Girimukti di Kecamatan Cilograng, serta Desa Cidikit dan Desa Bayah Barat di Kecamatan Bayah.

“Sedikitnya 33 unit rumah dilaporkan terdampak. Tujuh rumah diantaranya mengalami kerusakan dengan 3 rumah rusak berat, 2 rumah rusak ringan, dan 2 rumah lainnya rusak sedang,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (27/5).

“Tinggi muka air berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter,” imbuhnya.

Kendati demikian, Abdul memastikan bahwa hingga saat ini, banjir dilaporkan mulai berangsur surut meski di beberapa titik masih terdampak genangan.

- Advertisement -

“Warga mulai membersihkan rumahnya pasca kejadian banjir,” ujarnya.

Sementara itu, peristiwa longsor yang terjadi bersamaan dengan banjir telah berdampak pada tertutupnya akses jalan. Adapun longsoran terparah berada di Jl. Stimulya Kujangsari, Desa Cikadu, Kecamatan Cibeber.

“Material longsoran menutup seluruh akses jalan tersebut. Kendati demikian, tidak ada korban jiwa akibat kejadian longsor ini,” tegasnya.

Abdul memastikan bahwa alat berat diturunkan ke lapangan untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsoran.

Abdul menambahkan bahwa bencana hidrometeorologi basah masih mendominsai kejadian bencana di Indonesia hingga pekan terakhir Mei 2026. Selama sepekan kedepan, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat.

“Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Pulau Sumatra, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua,” terangnya.

Di sisi lain, memasuki bulan Juni, sebagian wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Abdul kemudian mengimbau pemerintah daerah dan juga masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap ancaman bahaya bencana karena faktor hidrometeorologi basah maupun kering.

“Selain itu, ancaman baha geologi juga berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia,” imbaunya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU