HOLOPIS.COM, JAKARTA – Fenomena angin kencang melanda pemukiman warga yang ada di dua Desa di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, peristiwa itu terjadi setelah cuaca ekstrem melanda Desa Benua Anyar Kecamatan Astambul dan Desa Pematang Baru Kecamatan Martapura Timur.
“Fenomena itu hingga menyebabkan 11 unit rumah terdampak,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (27/5).
Abdul memastikan BPBD Kabupaten Banjar diturunkan untuk melakukan asesmen, berkoordinasi dengan dinas terkait, serta memberikan bantuan logistik pada warga terdampak.
“Kondisi terkini, cuaca cerah berawan dan rumah yang rusak masih dalam penanganan,” ujarnya.
Menjelang periode bulan Juni, sebagian wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau yang dapat memicu fenomena kekeringan. Kelangkaan air bersih dan dampak lain seperti karhutla menjadi ancaman serius. Sementara pada masa pancaroba (peralihan musim) sangat rentan terhadap cuaca ekstrem yang memicu hujan lebat dan angin kencang.
Abdul kemudian mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering.
“Selalu pantau informasi cuaca, jaga kondisi tubuh, amankan lingkungan sekitar dari potensi bahaya seperti ranting pohon yang lapuk, saluran air yang tersumbat serta menyiapkan tas siaga bencana untuk keluarga,” imbaunya.



