Misi Kemanusiaan ke Gaza Berujung Horor, Aktivis Flotila Beberkan Perlakuan Kejam Israel

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Seorang aktivis asal Selandia Baru, Mousa Taher, mengaku mengalami perlakuan memalukan dan penyiksaan setelah ditahan pasukan Israel. Insiden itu dialami Taher saat mengikuti armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza.

Taher bersama sejumlah aktivis lainnya menyampaikan kesaksiannya kepada Anadolu setelah tiba di Bandara Istanbul menggunakan penerbangan Turkish Airlines.

Menurut Taher, ini merupakan upaya keduanya untuk bergabung dalam armada bantuan menuju Gaza setelah sebelumnya juga pernah ditahan pasukan Israel di Yunani. Setelah sempat berada di Istanbul, ia melanjutkan perjalanan ke Marmaris sebelum kembali berlayar menuju Gaza.

“Pasukan pendudukan Israel benar-benar menyiksa saya kali ini,” kata Taher dikutip dari Anadolu, Jumat, (22/5/2026).

Ia memperlihatkan luka di bagian wajah dan kakinya sambil menjelaskan bahwa tentara Israel mengenalinya. Kata dia, tantara Israel juga memanggil namanya saat kapal dicegat di perairan internasional.

Taher mengaku dirinya dan seorang aktivis lain dipaksa menanggalkan pakaian di atas kapal. Sementara penumpang lainnya tidak mengalami perlakuan serupa.

- Advertisement -

Ia juga mengatakan tentara Israel mengikat tangannya menggunakan kabel plastik dengan sangat kencang hingga membuatnya kesakitan.

“Mereka mengikat saya begitu erat sehingga saya menangis dan memohon agar mereka berhenti, tetapi mereka malah memperketat ikatan tersebut sambil menginjak tangan saya,” ujar Taher.

Lebih lanjut, Taher menyampaikan salah satu tentara bahkan menginjak wajahnya dan mengambil foto dirinya.

“Kemudian dia meletakkan sepatunya di wajah saya dan mengambil foto seolah-olah dia telah menangkap seekor binatang,” katanya.

Di tengah perlakuan tersebut, Taher mengaku tetap merespons dengan tenang ketika tentara yang menyiksanya bertanya apakah ia membenci mereka.

“Saya mengatakan kepadanya, ‘Tidak. Saya berharap Anda dibimbing. Saya menginginkan kebaikan untuk Anda,’ bahkan saat dia menyiksa saya,” tuturnya.

Taher kemudian dipindahkan ke kapal yang ia gambarkan menyerupai penjara. Di lokasi itu, ia mengaku dipukuli hingga kehilangan kesadaran.

“Mereka memukul saya berulang kali. Saya terbangun dan saya tidak tahu di mana saya berada atau apa yang terjadi,” katanya.

Ia menuturkan bahwa kekerasan terus berlanjut sebelum situasi di fasilitas penahanan sedikit membaik.

“Mereka mempermalukan kami. Mereka ingin kami merasa kecil. Mereka membuat kami merangkak di tanah hanya untuk membuat kami merasa seperti bukan siapa-siapa,” ujar Taher.

“Sejujurnya, saya merasa di dalam hati bahwa orang-orang ini benar-benar jahat,” tambahnya.

Taher juga menceritakan latar belakang kehidupannya. Ia mengatakan ayahnya berasal dari Palestina, sementara dirinya dibesarkan oleh ibu non-Muslim.

Ia memutuskan memeluk Islam sekitar 20 tahun lalu setelah mempelajari tentang Masjid Al-Aqsa.

Ia menilai tragedi kemanusiaan di Gaza membuatnya memahami bagaimana dunia pernah gagal mencegah kekejaman pada masa lalu.

“Sekarang saya tahu, karena orang lebih mencintai diri mereka sendiri daripada orang lain. Mereka mencintai kemewahan dan kehidupan mereka, dan mereka tidak ingin apa pun mengubah hidup mereka,” katanya.

Taher juga menyerukan masyarakat dunia untuk membayangkan penderitaan warga Gaza yang hidup di bawah pendudukan dan konflik berkepanjangan.

“Bagaimana jika keluarga Anda yang dibunuh? Lalu apa yang akan Anda lakukan?” ujarnya.

Meski mengalami perlakuan yang ia sebut brutal, Taher menegaskan bahwa dirinya tak membenci seluruh warga Yahudi maupun masyarakat Israel. Ia mengecam segala bentuk serangan terhadap komunitas Yahudi dan mengingatkan agar tidak melakukan generalisasi.

“Tidak semua orang Yahudi itu jahat. Tidak semua orang di Israel itu jahat. Jika kita melakukan ini, maka kita akan menjadi seperti mereka,” kata Taher.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU