Hari Keanekaragaman Hayati Internasional: Sejarah Serta Maknanya

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Hari keanekaragaman hayati internasional selalu menjadi hari penting yang diperingati di tanggal 22 setiap tahunnya.

Hari Keanekaragaman Hayati Internasional atau International Day for Biological Diversity (IDB) adalah peringatan tahunan yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya keanekaragaman hayati.

Keanekaragaman hayati atau biodiversity mencakup semua bentuk kehidupan di bumi, dari tanaman, hewan, jamur, hingga mikroorganisme. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Walter G. Rosen pada tahun 1985 dan didefinisikan sebagai keragaman kehidupan di bumi beserta pola-pola alami yang dibentuknya.

Menurut Convention on Biological Diversity (CBD), peringatan ini jatuh setiap 22 Mei dan ditetapkan secara resmi oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2000.

Sejarah Hari Keanekaragaman Hayati Internasional

Perjalanan Hari Keanekaragaman Hayati dimulai jauh sebelum tahun 2000. Pada tahun 1988, Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) membentuk kelompok kerja untuk mengeksplorasi kebutuhan konvensi internasional tentang keanekaragaman hayati.

Puncaknya terjadi pada 22 Mei 1992, saat teks awal Convention on Biological Diversity (CBD) diadopsi di Nairobi, Kenya. Konvensi ini resmi berlaku mulai 29 Desember 1993 dan kini memiliki 196 negara anggota.

- Advertisement -

Berdasarkan informasi dari National Geographic Education, PBB menetapkan 22 Mei sebagai Hari Keanekaragaman Hayati Internasional untuk memperingati momen bersejarah, termasuk perayaan 25 tahun pada 2018 sebagai tonggak konservasi global.

Tema Hari Keanekaragaman Hayati 2026

Tema Hari Keanekaragaman Hayati 2026 menegaskan bahwa upaya menghentikan dan memulihkan kehilangan keanekaragaman hayati bergantung pada kekuatan aksi lokal yang selaras dengan program pemerintah.

Tema ini juga berkaitan dengan Konferensi Keanekaragaman Hayati PBB 2026 di Armenia, di mana lima bulan setelah IDB dunia mengevaluasi implementasi Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KMGBF).

Bagi Indonesia, tema ini menjadi ajakan nyata bahwa individu, perusahaan, dan komunitas memiliki peran penting menjaga keanekaragaman hayati sebagai warisan dunia.

Pada tahun ini, Hari Keanekaragaman Hayati 2026 mengusung tema “Acting Locally for Global Impact” yang menekankan pentingnya aksi lokal bagi dampak global.

Di Indonesia, Hari Keanekaragaman Hayati 2026 bukan hanya seremonial. Sebagai negara megabiodiversitas kedua di dunia, Indonesia menyimpan kekayaan hayati yang luar biasa. Namun, Indonesia juga menghadapi ancaman. Menurut data IUCN Red List, ribuan spesies di Indonesia masuk dalam daftar merah spesies terancam punah.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU