JAKARTA – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono menegaskan perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri tetap menjadi prioritas utama pemerintah di tengah eskalasi konflik kawasan Timur Tengah, termasuk terkait penahanan sejumlah WNI oleh militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla.
Pernyataan itu disampaikan Sugiono dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
“Saya menyampaikan perkembangan geopolitik global dan isu-isu strategis, termasuk upaya diplomasi Indonesia dalam menjaga ketahanan energi serta situasi terkait eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah,” kata Sugiono.
Dalam forum tersebut, ia menegaskan pemerintah terus memonitor perkembangan situasi dan memastikan langkah diplomasi Indonesia berjalan aktif untuk melindungi kepentingan nasional serta keselamatan WNI di luar negeri.
“Saya menekankan bahwa pelindungan WNI di luar negeri terus menjadi prioritas utama pemerintah,” ujarnya.
Selain itu, Sugiono mengatakan Indonesia akan terus memperkuat diplomasi internasional melalui kerja sama strategis di berbagai forum dan organisasi internasional, termasuk di kawasan ASEAN dan kelompok BRICS.
Menurut dia, penguatan diplomasi diperlukan untuk menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, termasuk konflik dan ketegangan di Timur Tengah yang berdampak terhadap stabilitas kawasan maupun kepentingan Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Sugiono juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota Komisi I DPR RI atas dukungan serta dialog yang dinilainya konstruktif bagi penguatan diplomasi Indonesia.
“Kemitraan yang erat dengan DPR RI, khususnya Komisi I, sangat penting bagi efektivitas diplomasi Indonesia ke depan,” tandasnya.



