Dolar Tembus Rp 17.600! Ini Daftar Barang yang Bakal Bikin Dompet Jebol

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMDolar AS menembus Rp 17.600 dan memicu kekhawatiran kenaikan harga di berbagai sektor. Tekanan biaya diprediksi makin terasa di dompet masyarakat.

Nilai tukar rupiah yang terus melemah hingga menyentuh kisaran Rp 17.600 per dolar AS mulai bikin pasar keuangan dan dompet masyarakat ikut panas.

Dampaknya bukan cuma di level investor, tapi juga merembet ke harga kebutuhan harian yang berpotensi naik dalam beberapa bulan ke depan.

Ekonom Center of Economics and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, mengatakan pelemahan rupiah akan memicu inflasi dari jalur impor atau imported inflation yang sulit dihindari.

“Dampaknya adalah inflasi dari impor akan mulai naik ke depan, terutama akibat biaya distribusi naik dan harga barang ikut naik,” ujar Huda.

Menurutnya, Indonesia masih bergantung pada impor untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bahan baku industri hingga barang konsumsi.

- Advertisement -

Huda menyebut kenaikan harga sudah mulai terlihat di beberapa komoditas, salah satunya plastik yang banyak digunakan dalam kemasan produk sehari-hari.

“Pelemahan nilai tukar ini bisa menyeluruh, termasuk ke produk seperti minyak goreng kemasan,” katanya.

Jika biaya bahan baku naik, efeknya akan merembet ke berbagai sektor, termasuk makanan kaki lima hingga produk UMKM.

Senada, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menegaskan banyak komoditas penting Indonesia masih bergantung pada impor, seperti gandum, kedelai, bawang putih, susu, hingga bahan baku obat.

“Dampaknya pelan-pelan terasa di harga makanan, obat, sampai kebutuhan rumah tangga,” jelas Rendy.

Tak hanya itu, pelemahan rupiah juga berpotensi membuat harga barang elektronik, gadget, kosmetik impor, hingga biaya pendidikan luar negeri ikut naik.

Menurut Rendy, sektor transportasi juga tidak luput dari tekanan. Biaya operasional maskapai yang berbasis dolar AS seperti avtur, sewa pesawat, hingga suku cadang akan ikut naik.

“Ketika rupiah melemah, biaya operasional maskapai otomatis naik, dan ini bisa berpengaruh ke harga tiket,” ujarnya.

Meski begitu, ada kelompok yang bisa diuntungkan, seperti pekerja migran yang menerima gaji dalam dolar AS serta eksportir komoditas seperti sawit dan kopi.

Namun secara umum, para ekonom sepakat dampak pelemahan rupiah lebih banyak memberatkan masyarakat.

“Untuk mayoritas masyarakat, rupiah yang terlalu lemah tetap lebih banyak menambah tekanan dibanding manfaatnya,” tegas Rendy.

Dengan kondisi ini, sejumlah barang diprediksi bakal makin mahal dalam waktu dekat, terutama yang bergantung pada bahan impor.

Mulai dari makanan, minyak goreng, plastik kemasan, obat-obatan, hingga barang elektronik.

Jika tekanan dolar terus berlanjut, bukan tidak mungkin kenaikan harga akan makin terasa di level warung hingga pasar tradisional.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU