BANDUNG, HOLOPIS.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Maruli Simanjuntak menegaskan transformasi TNI Angkatan Darat diarahkan tidak hanya menjadi kekuatan tempur, tetapi juga kekuatan strategis yang mampu mendukung pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Maruli dalam Seminar Nasional bertema “Transformasi Militer : From Combat Force to Strategic Force – Transformasi TNI AD melalui Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP), Artificial Intelligence (AI), dan Ekonomi Nasional” di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Bandung, Rabu (13/5/2026).
Menurut Kasad, seminar tersebut menjadi bagian dari pengkajian rutin TNI AD untuk menghimpun masukan dalam mendukung program-program Presiden Prabowo Subianto, khususnya yang berkaitan dengan tugas pengabdian prajurit di lapangan.
“Ini memang salah satu kegiatan yang rutin dilakukan, yakni pengkajian yang dilanjutkan seminar saat pelaksanaan pendidikan Seskoad,” ujar Maruli.
Ia menjelaskan, hasil kajian tersebut nantinya akan didetailkan bersama pihak-pihak yang memiliki peran langsung di lapangan, termasuk prajurit TNI yang bertugas di daerah.
“Rekan-rekan TNI yang bertugas di daerah juga dapat menjelaskan kondisi di wilayah masing-masing. Kajian-kajian ini akan terus dilanjutkan melalui seminar agar mendapatkan masukan dari berbagai pihak,” katanya.
Dalam seminar itu, salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP), yakni satuan yang tidak hanya memiliki kemampuan tempur tetapi juga mendukung pembangunan wilayah dan pemberdayaan masyarakat.

Maruli menegaskan keberadaan Yonif TP perlu dipahami masyarakat sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan daerah, penanggulangan bencana, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, seminar juga membahas pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pertahanan modern.
Direktur Surya Research Education Center, Yohanes Surya, memaparkan pentingnya penguasaan teknologi AI untuk mendukung sistem komando, analisis intelijen, hingga modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan membahas transformasi ekonomi menghadapi tantangan global.
Adapun Sri Fatmawati memaparkan pentingnya biodiversitas sebagai aset strategis yang membutuhkan stabilitas keamanan demi mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Melalui seminar tersebut, TNI AD menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi kekuatan yang profesional, modern, adaptif, dan responsif terhadap tantangan masa depan.


