Ocha SMAN 1 Pontianak Viral! Keberaniannya Bongkar Dugaan Ketidakadilan LCC MPR

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Siswi SMAN 1 Pontianak, Ocha, viral usai berani memprotes dugaan ketidakadilan penilaian di LCC MPR Kalbar yang kini jadi sorotan publik.

Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat belum juga reda.

Kini, sorotan publik semakin melebar setelah nama siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra atau Ocha, viral karena keberaniannya memprotes hasil penilaian juri yang dinilai tidak konsisten.

Aksi Ocha yang mempertanyakan keputusan juri saat jawabannya dianggap salah, sementara peserta lain dengan jawaban serupa justru mendapat nilai penuh, langsung memicu perdebatan luas di media sosial.

Video kejadian itu pun menyebar cepat dan menuai beragam reaksi dari publik.

Dalam video yang beredar, Ocha terlihat menyampaikan keberatannya secara langsung kepada dewan juri.

- Advertisement -

Ia merasa jawaban yang diberikan sudah sesuai dengan substansi pertanyaan, namun justru mendapat pengurangan nilai.

Situasi makin panas ketika juri berdalih bahwa jawaban peserta tidak terdengar jelas atau kurang dalam artikulasi.

Namun alasan ini justru menuai kritik dari banyak pihak yang menilai penilaian tersebut tidak konsisten.

Publik kemudian mempertanyakan standar objektivitas dalam lomba, terlebih setelah tayangan ulang video menunjukkan jawaban peserta masih cukup jelas terdengar.

Sorotan terhadap kasus ini sampai ke tingkat nasional.

Ketua Fraksi Gerindra MPR RI, Habiburokhman, turut memberikan tanggapan.

Ia mengapresiasi keberanian Ocha yang dinilai tidak diam ketika merasa ada ketidakadilan.

“Kami mengapresiasi keberanian Ocha yang gigih memperjuangkan kebenaran. Sikap seperti ini patut diteladani,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Namun ia juga menyoroti sikap juri dan panitia yang dianggap kurang terbuka terhadap kritik.

Bahkan, ia menilai seharusnya ada permintaan maaf sebagai bentuk tanggung jawab.

“Juri dan panitia harusnya tidak antikritik. Selayaknya mereka meminta maaf,” tambahnya.

Menariknya, polemik ini juga mendapat respons dari alumni peserta LCC MPR SMAN 1 Pontianak tahun 2025, Miranda dan Karisma.

Keduanya menyoroti jalannya penilaian yang dianggap tidak konsisten.

Miranda menilai ada masalah dalam kompetensi dewan juri saat mengambil keputusan.

Ia juga menyebut bahwa jawaban peserta sebenarnya terdengar jelas, bahkan dalam rekaman yang beredar di YouTube.

“Dengan alasan artikulasi tidak jelas, padahal di video terdengar cukup jelas,” ujar Miranda.

Selain itu, ia juga menyoroti kurangnya sportivitas dalam perlombaan serta tidak adanya tindak lanjut serius terhadap protes peserta di lapangan.

Menurutnya, inti persoalan bukan sekadar menang atau kalah, melainkan soal integritas lomba itu sendiri.

Karisma menilai seharusnya ada mekanisme pengecekan ulang ketika terjadi perbedaan pendapat dalam penilaian.

Ia mencontohkan bahwa dalam lomba lain, protes peserta biasanya ditindaklanjuti dengan review ulang, termasuk pemutaran rekaman.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU