JAKARTA, Holopis.com – Instagram lakukan pembersihan akun bot, Raffi Ahmad hingga Taylor Swift dilaporkan kehilangan jutaan followers secara drastis.
Media sosial kembali diramaikan dengan fenomena penurunan jumlah followers Instagram secara massal yang menimpa sejumlah selebriti dunia dan Indonesia.
Peristiwa ini terjadi setelah platform milik Meta tersebut melakukan pembersihan akun tidak aktif, bot, dan spam dalam skala besar yang membuat angka pengikut banyak akun publik figur menyusut drastis.
Fenomena ini ramai disebut warganet sebagai “The Great Purge of 2026”, yakni istilah tidak resmi yang merujuk pada aksi penghapusan akun-akun palsu dan tidak aktif oleh sistem Instagram.
Akibatnya, banyak akun selebriti, influencer, hingga brand besar mengalami penurunan jumlah followers dalam waktu singkat.
Di Indonesia, nama-nama besar seperti Raffi Ahmad, Luna Maya, Ashanty, hingga Jharna Bhagwani ikut terdampak.
Raffi Ahmad misalnya, tercatat mengalami penurunan signifikan dari sekitar 77 juta followers menjadi sekitar 75 juta followers.
Penurunan ini sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial karena terjadi dalam waktu relatif singkat.
Luna Maya juga mengaku kehilangan sekitar 800 ribu pengikut.
Ia bahkan menyinggung fenomena tersebut di media sosialnya dan menyebut bahwa banyak akun bot yang akhirnya dihapus oleh sistem Instagram.
“IG lagi bersih-bersih, ternyata banyak bot juga,” tulisnya dalam unggahan di platform Thread.
Sementara itu, Ashanty mengaku kehilangan lebih dari satu juta followers secara tiba-tiba.
Fenomena serupa juga dialami sejumlah kreator konten dan figur publik lain seperti Rian D’Masiv yang kehilangan sekitar 2.000 followers, serta Bunga Jelitha yang menyebut kehilangan sekitar 6.000 pengikut dalam semalam.
Meski sebagian besar mengalami penurunan, ada juga yang justru mengalami kenaikan followers.
Tommy Kurniawan misalnya, mengaku mendapatkan tambahan sekitar 2.000 pengikut di tengah proses pembersihan tersebut.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dialami oleh sejumlah selebriti dunia.
Nama-nama besar seperti Taylor Swift, Cristiano Ronaldo, Selena Gomez, Justin Bieber, hingga Ariana Grande dilaporkan mengalami penurunan jumlah followers dalam jumlah besar.
Taylor Swift misalnya, disebut kehilangan sekitar 7 juta followers, dari sebelumnya sekitar 281 juta menjadi 274 juta pengikut.
Cristiano Ronaldo juga mengalami penurunan jutaan followers dari total lebih dari 670 juta akun yang sebelumnya mengikuti dirinya.
Kondisi ini memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet.
Banyak yang awalnya menduga adanya bug atau gangguan sistem pada Instagram.
Namun, pihak Meta selaku perusahaan induk Instagram akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait fenomena tersebut.
Meta menjelaskan bahwa penurunan jumlah followers merupakan bagian dari proses pemeliharaan rutin yang dilakukan untuk menjaga kualitas platform.
Proses ini melibatkan penghapusan akun-akun tidak aktif, bot, serta akun spam yang tidak lagi digunakan.
“Proses ini bertujuan untuk menjaga komunitas Instagram tetap sehat dan autentik. Karena itu, pengguna mungkin melihat perubahan pada jumlah followers,” ujar juru bicara Meta dalam keterangannya.
Meta juga menegaskan bahwa akun pengguna aktif tidak terdampak oleh proses tersebut.
Hanya akun yang terdeteksi tidak aktif, melanggar kebijakan, atau merupakan akun bot yang dihapus dari sistem.
Selain itu, akun yang sebelumnya sempat disuspend dan kemudian dipulihkan juga akan kembali dihitung secara otomatis setelah proses verifikasi selesai.
Meski bersifat teknis, fenomena ini tetap memicu perbincangan luas di dunia maya.
Banyak pengguna media sosial yang awalnya kaget melihat jumlah followers mereka berkurang dalam jumlah besar.
Sebagian lainnya justru menilai langkah ini sebagai upaya positif untuk membersihkan ekosistem media sosial dari aktivitas tidak sehat.
Di sisi lain, para pengamat digital menilai bahwa fenomena ini menjadi pengingat penting tentang maraknya penggunaan bot dalam dunia media sosial.
Dalam beberapa tahun terakhir, praktik pembelian followers palsu dan akun otomatis (bot) memang semakin meningkat, terutama di kalangan influencer dan brand untuk meningkatkan citra popularitas.
Dengan adanya pembersihan ini, jumlah followers yang tersisa dianggap lebih mencerminkan audiens yang benar-benar aktif dan nyata.
Hal ini dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas interaksi di platform.
Namun demikian, efek kejutan dari penurunan massal ini tetap menjadi sorotan utama publik.
Tagar terkait “Instagram Bersih-Bersih 2026” sempat masuk jajaran trending di beberapa platform media sosial, seiring ramainya diskusi warganet mengenai perubahan drastis tersebut.
Hingga kini, fenomena ini masih menjadi bahan perbincangan hangat.
Banyak pengguna yang mulai mengecek ulang akun mereka untuk melihat apakah terjadi perubahan jumlah followers, sementara sebagian lainnya menyoroti transparansi platform dalam menangani akun bot secara global.


