JAKARTA, HOLOPIS.COM – HP ‘ketupat’ Nokia N-Gage dibongkar David GadgetIn, isinya bikin speechless! Dari desain unik sampai game jadul, bikin kamu nostalgia.
Nokia N-Gage kembali jadi bahan pembicaraan setelah YouTuber teknologi GadgetIn, David, membongkar sekaligus mencoba ponsel gaming legendaris itu dalam sebuah video yang baru diupload di akun YouTube GadgetIn, Sabtu (01/05).
Perangkat yang pertama kali rilis pada 2003 ini kembali viral karena desainnya yang nyeleneh, konsep gaming yang berani, dan nostalgia kuat bagi pengguna era awal 2000-an.
Dalam video tersebut, David tidak hanya melakukan unboxing, tetapi juga mencoba langsung berbagai fitur dan game klasik yang dulu pernah populer.
Ia bahkan memperlihatkan unit N-Gage yang masih lengkap dengan dus, aksesoris, hingga nota pembelian tahun 2004 dari Bandung, yang membuat pengalaman unboxing terasa seperti “mesin waktu”.
Desain Ikonik
Sejak awal video, David sudah menyoroti keunikan perangkat ini.
Ia menyebut desainnya sangat berbeda dari HP biasa.
“Bentuk seperti ketupat atau seperti daun atau seperti taco”, sebut David.
Nokia N-Gage memang dikenal dengan desain yang unik dan kontroversial.
Tombol D-pad berada di sisi kiri, keypad di kanan, sementara layar kecil berada di tengah.
Hal ini membuatnya terlihat lebih seperti konsol game handheld daripada ponsel.
David juga menyinggung bagian yang paling sering jadi bahan candaan, yaitu posisi earpiece di samping perangkat.
Ia menyebut, pengguna harus menempelkan sisi HP ke telinga saat menelepon, yang menurutnya terlihat aneh.
“Bagian yang dikritik dari klasik karena orang yang lagi nelpon harus nempel ke sini biar suaranya masuk ke telinga,” sebutnya.
Meski terlihat aneh, konsep ini sebenarnya dibuat dengan serius.
Nokia ingin menggabungkan ponsel dan konsol gaming dalam satu perangkat.
Unboxing
Momen unboxing menjadi salah satu bagian paling menarik dalam video.
Kotak N-Gage terlihat sangat besar dibanding kemasan smartphone modern.
Di dalamnya terdapat charger lawas, headset kabel, kabel tambahan, manual tebal, hingga memory card MMC 128 MB.
Namun yang paling menarik adalah kondisi baterai cadangan yang sudah menggembung.
Ia menyebut ini sebagai hal yang wajar untuk perangkat berusia lebih dari 20 tahun.
Selain itu, manual dan katalog game juga masih lengkap.
Di dalamnya terdapat daftar game seperti MotoGP, Tony Hawk Pro Skater, hingga Tomb Raider.
David juga menemukan kartu garansi dan nota asli pembelian.
Ia menyebut pengalaman ini seperti “merasakan jadi orang kaya tahun 2000-an”.
“Ngerasain jadi orang kaya tahun 2000-an yang bisa beli HP ini,” candanya.
Nota tersebut menunjukkan harga pembelian sekitar tahun 2004 di Indonesia.
David menjelaskan bahwa harga N-Gage saat itu bisa mencapai sekitar Rp5 jutaan, angka yang sangat mahal pada masanya.
Ia juga membandingkan dengan harga sekarang menggunakan analogi sederhana.
“Kalau patokannya harga Indomie tahun 2004… sekarang 5 kali lipat. Mungkin sekarang harganya tembus Rp 17 jutaan, Seharga iPhone 17,” serunya.
Ponsel Gaming
Nokia N-Gage bukan sekadar ponsel biasa, tetapi dirancang khusus untuk gaming.
David mencoba beberapa game klasik seperti Super Monkey Ball, Asphalt 2, Fireball, The Sims, dan Sonic.
Menurut David, perangkat ini benar-benar terasa seperti konsol portable.
“Ini HP, tagline-nya adalah anyone anywhere”, sebut David.
Ia menambahkan, Nokia mencoba menjadikan N-Gage sebagai perangkat hiburan yang bisa digunakan di mana saja.
Gameplay yang ditampilkan memperlihatkan keterbatasan grafis, tetapi tetap menghibur.
Untuk zamannya, kemampuan N-Gage menjalankan game 3D sederhana sudah dianggap sangat maju.
Salah satu hal paling menarik dari N-Gage adalah cara instalasi game.
Tidak ada App Store, tidak ada download instan.
Semua dilakukan secara manual menggunakan kartu memori atau jasa instalasi di toko HP.
David menjelaskan fenomena ini dalam video, di mana ia menyebut praktik “suntik aplikasi” sangat umum di Indonesia.
“Dulu pergi ke toko HP buat beli aplikasi, bukan di Play Store, tapi ke counter HP,” tuturnya.
Fenomena inilah membuat N-Gage sangat populer di Indonesia karena pengguna bisa mendapatkan banyak game sekaligus dalam satu perangkat.
Pengalaman Gaming
Bagian paling seru dari video adalah saat David memainkan game langsung.
Ia mencoba Asphalt 2 dan menyebut grafisnya seperti PS1.
“Ini grafiknya udah PS1 loh bisa dimasukin ke sebuah HP,”serunya.
Saat bermain, ia juga menyoroti stabilitas permainan yang cukup halus untuk ukuran perangkat lama.
Ia bahkan menyebut pengalaman tersebut sebagai nostalgia yang kuat bagi gamer lama.
Game lain seperti The Sims juga memberikan pengalaman unik.
David terlihat terkejut karena game simulasi kompleks tersebut bisa berjalan di perangkat sekecil N-Gage.
Ketik SMS
David juga memperlihatkan cara mengetik SMS menggunakan sistem T9.
Sistem ini menggunakan kombinasi angka untuk membentuk huruf.
Ia menjelaskan, pengguna harus menekan tombol berkali-kali untuk memilih huruf tertentu.
Namun ia juga memuji fitur predictive text-nya.
Ia menyebut, sistem ini sudah mirip dengan keyboard modern yang bisa memprediksi kata.
Di akhir video, David menyimpulkan bahwa Nokia N-Gage bukan perangkat yang sempurna.
Layar kecil, desain aneh, dan penggunaan yang tidak praktis menjadi kekurangan jelas.
Namun, inovasi yang dibawanya sangat berani untuk zamannya.
N-Gage mencoba menggabungkan ponsel dan konsol game dalam satu perangkat, sesuatu yang saat itu belum umum dilakukan.
Bagi banyak orang Indonesia, N-Gage bukan sekadar HP, tetapi simbol masa kecil dan awal mula mobile gaming.
Seperti yang terlihat dari seluruh isi video, perangkat ini mungkin gagal secara global, tetapi sukses besar dalam membangun kenangan.
Kini, setelah lebih dari dua dekade, Nokia N-Gage kembali dikenang sebagai salah satu perangkat paling ikonik dalam sejarah teknologi mobile.


