Kurang Zat Besi pada Perempuan : Gejala yang Sering Dianggap Sekadar Lelah Biasa

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Rasa lelah sering dianggap hal biasa, terutama pada perempuan yang memiliki aktivitas padat setiap hari. Namun, kelelahan yang terus-menerus tanpa sebab jelas bisa menjadi tanda tubuh kekurangan zat besi, kondisi yang dikenal sebagai anemia defisiensi besi.

Masalah ini cukup umum terjadi, terutama pada perempuan yang mengalami menstruasi, memiliki pola makan tidak seimbang, atau sedang dalam masa kehamilan. Sayangnya, banyak gejalanya yang sering diabaikan karena dianggap tidak serius.

1. Mudah Lelah dan Tidak Bertenaga

Salah satu tanda paling umum adalah tubuh terasa lemas meski tidak melakukan aktivitas berat. Kondisi ini terjadi karena kadar hemoglobin dalam darah menurun, sehingga kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh ikut berkurang.

Akibatnya, otot dan organ tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup untuk bekerja secara optimal. Bahkan aktivitas ringan seperti berjalan, naik tangga, atau bekerja di depan laptop bisa terasa lebih berat dari biasanya. Rasa lelah ini juga cenderung tidak membaik meski sudah beristirahat.

2. Pusing dan Sulit Konsentrasi

Kekurangan zat besi tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga fungsi kognitif. Ketika suplai oksigen ke otak berkurang, seseorang bisa lebih mudah merasa pusing, ringan kepala, atau sulit fokus.

Dalam aktivitas sehari-hari, hal ini bisa terlihat dari menurunnya konsentrasi, mudah lupa, hingga sulit menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Pada beberapa kasus, kondisi ini juga dapat disertai rasa mengantuk berlebihan meski waktu tidur sudah cukup.

- Advertisement -

3. Kulit Terlihat Pucat

Perubahan warna kulit menjadi lebih pucat sering kali menjadi tanda yang tidak disadari. Hal ini terjadi karena jumlah sel darah merah yang berkurang membuat aliran darah ke permukaan kulit tidak optimal.

Selain wajah, pucat juga bisa terlihat pada bagian dalam kelopak mata, bibir, hingga kuku. Pada kondisi tertentu, kulit juga bisa tampak lebih kusam dan tidak bercahaya, yang sering disalahartikan sebagai masalah skincare semata.

4. Jantung Berdebar Lebih Cepat

Ketika tubuh kekurangan oksigen, jantung akan bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Hal ini membuat detak jantung terasa lebih cepat, tidak teratur, atau bahkan berdebar tanpa sebab yang jelas.

Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, tubuh bisa merasa lebih cepat lelah dan tidak nyaman saat beraktivitas. Dalam jangka panjang, beban kerja jantung yang meningkat juga dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

5. Rambut Rontok dan Kuku Rapuh

Zat besi berperan penting dalam mendukung pertumbuhan sel, termasuk rambut dan kuku. Ketika tubuh kekurangan zat besi, nutrisi yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan menjadi tidak optimal. Akibatnya, rambut menjadi lebih mudah rontok, terlihat lebih tipis, dan kehilangan kekuatannya. Sementara itu, kuku bisa menjadi rapuh, mudah patah, dan pada beberapa kasus tampak lebih tipis atau berubah bentuk.

Untuk mengatasi kondisi ini, penting menjaga asupan zat besi dari makanan seperti daging merah, sayuran hijau, dan kacang-kacangan. Dalam beberapa kasus, suplemen juga diperlukan sesuai anjuran tenaga medis.

Memahami tanda-tanda awal kekurangan zat besi dapat membantu mencegah kondisi yang lebih serius. Tubuh yang sering merasa lelah bukan selalu karena aktivitas, tetapi bisa menjadi sinyal bahwa ada kebutuhan nutrisi yang belum terpenuhi.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU