HOLOPIS.COM, JAKARTA – Isu perombakan kabinet atau reshuffle kembali memanas. Kali ini, sorotan tertuju pada kemungkinan masuknya tokoh buruh ke lingkaran kekuasaan Presiden Prabowo Subianto.
Nama Jumhur mencuat sebagai kandidat kuat yang disebut-sebut akan dilantik dalam reshuffle kabinet yang kabarnya dilakukan hari ini. Jika benar, langkah ini dinilai sebagai sinyal perubahan arah politik, membuka ruang lebih besar bagi representasi buruh di pemerintahan.
Kabar tersebut diperkuat oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea.
Andi membenarkan adanya informasi bahwa Jumhur akan masuk cabinet sebagai Menteri. Namun, ia tak mengetahui posisi yang akan diemban.
“Kabarnya demikian. Sempat juga dipanggil Istana minggu lalu,” kata Andi kepada awak media, Senin (27/4/2026).
Pemanggilan ke Istana tersebut menjadi indikasi kuat bahwa proses komunikasi politik sudah berlangsung sebelum keputusan resmi diumumkan.
Bagi kalangan serikat pekerja, kabar Jumhur masuk kabinet bukan sekadar isu reshuffle biasa. Masuknya figur buruh ke kabinet dianggap sebagai momentum penting dalam sejarah gerakan pekerja di Indonesia.
Andi Gani menilai hal tersebut sebagai bentuk pengakuan terhadap peran buruh dalam pembangunan nasional. Ia mengaku terhormat.
“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi gerakan buruh Indonesia, berharap tidak meninggalkan idealisme buruh,” ujarnya.
Hingga kini, belum ada pengumuman resmi dari Istana terkait posisi yang akan diisi maupun daftar lengkap pejabat yang dilantik. Namun dinamika yang berkembang menunjukkan bahwa reshuffle kali ini berpotensi membawa warna baru dalam pemerintahan Prabowo.


