HOLOPIS.COM, JAKARTA – Borneo FC Samarinda perlahan jadi pusat perhatian dalam kancah sepakbola nasional. Di musim ini, tim asal Kalimantan itu berpeluang merebut juara Super League bersama pelatih asal Brasil, Fabio Lefundes.
Pelatih 53 tahun itu merupakan sosok yang membentuk ulang identitas Borneo FC Samarinda menjadi kandidat serius juara.
Dengan rekam jejak panjang, Lefundes membawa pengalaman lintas benua sebelum mendarat di Indonesia. Ia memulai karier kepelatihan sejak pertengahan 1990-an dan sempat bekerja di berbagai negara seperti Arab Saudi, China hinga Korea Selatan.
Salah satu fase penting dalam kariernya saat Lefundes menjadi bagian dari staf pelatih klub raksasa Korea Selatan, Jeonbuk Hyundai Motors. Lefundes di klub itu pernah menjadi pelatih fisik, asisten pelatih, hingga pelatih sementara.
Dia ikut berkontribusi dalam era kejayaan Jeounbuk Hyundai termasuk meraih gelar Liga Champions Asia 2016 serta beberapa trofi domestik.
Mengutip dari keterangan Borneo FC, Minggu, (26/4/2026), pengalaman panjang itu yang membentuk filosofi Lefundes yakni disiplin fisik, organisasi taktik, dan mentalitas juara.
Penunjukan Lefundes sebagai pelatih kepala pada 2025 bukan keputusan biasa. Manajemen Borneo FC secara terang-terangan ingin naik kelas. Dari sekadar tim papan atas menjadi penantang gelar.
Ia menggantikan pelatih sebelumnya dengan membawa visi baru untuk membangun tim yang agresif, terstruktur, dan konsisten di setiap lini. Dengan pengalaman sebelumnya bersma klub Indonesia seperti Madura United dan Persita Tangerang, Lefundes tak butuh waktu lama untuk beradaptasi.
Di tangan Lefundes, Borneo FC kini menjelma menjadi tim dengan karakter kuat. Permainan Pesut Etam dikenal solid dalam transisi bertahan ke menyerang. Selain itu, efektif dalam memanfaatkan peluang. Pun, dominan dalam penguasaan bola di banyak laga
Ia juga mampu memaksimalkan kombinasi pemain lokal dan asing. Hal itu termasuk pemain asal Amerika Latin yang jadi tulang punggung tim.
Pendekatan ini membuat Pesut Etam tak hanya menang, tetapi juga tampil konsisten. Faktor itu krusial dalam perebutan gelar liga.
Dari Kuda Hitam ke Kandidat Juara
Transformasi terbesar yang dibawa Lefundes adalah perubahan mentalitas. Borneo FC kini tidak lagi bermain sebagai underdog, melainkan sebagai tim yang percaya diri memburu gelar.
Ambisi klub yang sebelumnya hanya sebatas papan atas kini berubah menjadi target juara nyata. Bahkan, performa konsisten mereka di musim 2025/2026 menjadi bukti transformasi Borneo FCberjalan sesuai rencana.
Fabio Lefundes bukan hanya pelatih. Ia sebagai arsitek yang merancang ulang fondasi Borneo FC.
Dengan pengalaman internasional, pemahaman taktik, dan kemampuan adaptasi, ia berhasil mengubah Pesut Etam menjadi kekuatan baru di sepak bola Indonesia.
Jika konsistensi terus terjaga, bukan tidak mungkin Lefundes akan dikenang sebagai figur yang bawa Borneo FC mencapai puncak kejayaan.
Dalam persaingan Super League musim ini, Borneo FC bersaing ketat dengan Persib Bandung. Mariano Peralta Cs berpeluang merebut juara Super League di tikungan terakhir.



