HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ratusan warga Australia berkumpul di sekitar Balai Kota Sydney pada Rabu (15/4) malam waktu setempat. Mereka menggelar aksi solidaritas dan doa bersama untuk mengenang warga sipil Lebanon yang menjadi korban dalam serangan Israel yang masih berlangsung.
Aksi tersebut berlangsung damai. Para peserta membawa pesan dukungan serta seruan kemanusiaan di tengah meningkatnya korban jiwa akibat konflik di kawasan tersebut.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Publik Lebanon, jumlah korban tewas akibat serangan Israel telah mencapai 2.167 orang sejak 2 Maret. Sementara itu, sebanyak 7.061 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Salah satu peserta aksi, Louise, menyuarakan kritik keras terhadap tindakan militer Israel yang dinilai melanggar hukum internasional.
“Tindakan Israel terhadap warga sipil Lebanon adalah ilegal. Itu kejahatan perang. Mereka melanggar hukum internasional dan melanggar hak asasi manusia. Dan itu menjadi perhatian semua warga dunia,” ujarnya, dikutip Holopis.com, Jum’at (17/4).
Peserta lainnya, John, juga menilai serangan tersebut telah merampas hak asasi manusia di berbagai wilayah konflik.
“Mereka merampas hak asasi semua orang ini. Jadi, baik itu di Gaza, Palestina, maupun Lebanon, mereka harus berhenti melakukan kejahatan. Tidak ada gunanya apa yang mereka lakukan,” tuturnya.
Seperti yang diberitakan Holopis.com sebelumnya, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 2.020 orang tewas dan 6.436 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel dalam putaran terbaru konflik yang melanda negara tersebut. Data tersebut merupakan akumulasi korban dari berbagai wilayah di Lebanon, seiring intensitas serangan udara Israel dan baku tembak lintas perbatasan yang terus terjadi.
Eskalasi konflik kembali meningkat setelah kelompok Hizbullah meluncurkan roket dari Lebanon selatan ke arah Israel pada 2 Maret. Aksi tersebut menjadi yang pertama sejak gencatan senjata yang berlaku pada 27 November 2024. Serangan balasan dari kedua pihak kemudian memicu perluasan operasi militer Israel. Konflik yang awalnya terkonsentrasi di wilayah perbatasan kini meluas ke berbagai daerah lain di Lebanon.

