HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan bahwa Timnas Iran tetap akan tampil di Piala Dunia FIFA 2026. Meski Iran saat ini tengah berada dalam pusaran konflik dengan Amerika Serikat.
Pernyataan tegas itu disampaikan Infantino di Forum Invest in America CNBC untuk menjawab keraguan masyarakat pecinta bola global soal kehadiran partisipasi Iran.
Infantino dengan pernyataannya seolah justru menutup ruang spekulasi. “Tim Iran pasti akan datang,” kata Infantino dikutip dari AP News, Jumat, (17/4/2026).
Dia berharap saat perhelatan Piala Dunia 2026, konflik Timur Tengah sudah damai.
“Kami berharap pada saat itu, tentu saja, situasinya akan damai. Seperti yang saya katakan, itu pasti akan membantu,” lanjut Infantino.
Menurut dia, Iran mesti datang ke turnamen Piala Dunia 2026 karena mewakili negaranya. Timnas Iran pun sudah lolos kualifikasi.
“Tetapi Iran harus datang. Tentu saja, mereka mewakili rakyat mereka. Mereka telah lolos kualifikasi. Para pemain ingin bermain,” jelas Infantino.

Panggung Dunia
Omongan Infantino menarik karena muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS-Israel vs Iran.
Namun, bagi Infantino, sepak bola justru harus hadir sebagai simbol persatuan.
Dua minggu sebelum pernyataan ini, ia bahkan menyempatkan diri bertemu langsung dengan skuad Iran di Antalya, Turki.
“Saya pergi menemui mereka. Mereka sebenarnya juga tim yang cukup bagus,” kata Infantino.
“Dan mereka benar-benar ingin bermain dan mereka harus bermain. Olahraga seharusnya berada di luar politik sekarang,” tuturnya.
Meski menekankan netralitas olahraga, Infantino juga tidak menutup mata terhadap realitas dunia yang kompleks.
Ia mengakui bahwa memisahkan olahraga dari politik bukan perkara mudah.
“Oke, kita tidak tinggal di bulan, kita tinggal di planet Bumi,” kata Infantino.
“Tapi Anda tahu, jika tidak ada orang lain yang percaya dalam membangun jembatan dan menjaganya tetap utuh dan bersama, maka kita melakukan pekerjaan itu,” ujarnya.
Pernyataan Infantino menjadi refleksi bahwa FIFA sadar akan tekanan geopolitik. Namun, FIFA berupaya tetap memilih berdiri di posisi yang mengedepankan persatuan melalui olahraga.

