7 Niat Menikah dalam Islam, Bekal Penting Agar Pernikahan Penuh Berkah

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menikah menjadi impian banyak orang sebagai langkah membangun keluarga dan kehidupan baru. Namun dalam Islam, pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan ibadah yang membutuhkan niat yang benar sejak awal.

Ulama menekankan pentingnya meluruskan niat sebelum menikah agar rumah tangga yang dibangun mendapat keberkahan dan bertahan hingga akhir hayat.

Salah niat dalam pernikahan dapat membawa dampak serius, mulai dari berkurangnya keberkahan hingga hubungan yang tidak langgeng. Karena itu, Islam menganjurkan setiap calon pasangan untuk menata niat sebelum melangsungkan akad.

Dilansir dari NU Online, terdapat tujuh lafal niat menikah yang diajarkan Syekh Ali bin Abi Bakar As-Sakran Ba ‘Alawi Al-Husaini. Niat ini menjadi pengingat bahwa pernikahan tidak hanya bertujuan duniawi, tetapi juga bernilai ibadah di hadapan Allah SWT.

1. Niat Menikah karena Cinta kepada Allah

نَوَيْتُ بِهَذَا التَّزْوِيجِ مَحَبَّةَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالسَّعْيَ فِي تَحْصِيلِ الْوَلَدِ لِبَقَاءِ جِنْسِ الْإِنْسَان

Artinya: Saya niatkan pernikahan ini karena cinta kepada Allah dan mengupayakan memperoleh anak agar manusia tetap eksis keberadaannya.

- Advertisement -

2. Niat Mengikuti Sunnah Rasulullah

نَوَيْتُ مَحَبَّةَ رَسُولِ اللہِ ﷺ فِي تَكْثِيرِ مُبَاهَاتِهِ، لِقَوْلِهِ ﷺ: تَنَاكَحُوا تَكَثَّرُوا، فَإِنِّي أُبَاهِي بِكُمُ الْأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: Aku niatkan pernikahan ini karena mencintai Rasulullah saw untuk memperbanyak kebanggaannya. Berdasarkan sabdanya: Menikahlah, maka kalian akan memperbanyak keturunan, karena sesungguhnya aku akan membanggakan kalian pada umat-umat terdahulu di hari kiamat.

3. Niat Mengharap Doa Anak Saleh

نَوَيْتُ بِهَذَا التَّزْوِيجِ وَمَا يَصْدُرُ مِنِّي مِنْ قَوْلٍ وَفِعْلٍ التَّبَرُّكَ بِدُعَاءِ الْوَلَدِ الصَّالِحِ وَطَلَبَ الشَّفَاعَةِ بِمَوْتِهِ صَغِيرًا إِذَا مَاتَ قَبْلِي

Artinya: Aku niatkan pernikahan ini dan apa yang akan keluar dariku, perkataan dan pebuatan, untuk tabarruk dengan doa anak saleh dan untuk mencari syafaat dengan kematiannya, jika ia meninggal mendahuluiku.

4. Niat Menenangkan Hati dan Menguatkan Ibadah

نَوَيْتُ بِهَذَا التَّزْوِيجِ تَرْوِيحَ النَّفْسِ وَإِينَاسِهَا بِالْمُجَالَسَةِ وَالنَّظَرِ وَالْمُلَاعَبَةِ إِرَاحَةً لِلْقَلْبِ وَتَقْوِيَةً لَهُ عَلَى الْعِبَادَةِ

Artinya: Aku niatkan pernikahan ini untuk menyenangkan dan menghibur hati dengan bergaul, memandang, dan bercumbu rayu, serta untuk menyenangkan hati dan sebagai penguat ibadah.

5. Niat Membagi Tanggung Jawab Rumah Tangga

نَوَيْتُ بِهِ تَفْرِيغَ الْقَلْبِ عَنْ تَدْبِيرِ الْمَنْزِلِ وَالتَّكَفُّلَ بِشُغْلِ الطَّبْخِ وَالْكَنَسِ وَالْفِرَشِ وَتَنْظِيفِ الْأَوَانِي وَتَهْيِئَةِ أَسْبَابِ الْمَعِيش

Artinya: Saya niatkan pernikahan ini untuk mengkosongkan hati dari mengatur dan menanggung pekerjaan rumah; dari sibuk memasak, menyapu, menggelar alas, membersihkan perabot, dan menyiapkan sebab-sebab kehidupan lainya.

6. Niat Melatih Diri Memimpin dan Bertanggung Jawab

نَوَيْتُ بِهِ مُجَاهَدَةَ النَّفْسِ وَرِيَاضَتَهَا بِالرِّعَايَةِ وَالْوِلَايَةِ وَالْقِيَامِ بِحُقُوقِ الْأَهْلِ وَالصَّبْرِ عَلَى أَخْلَاقِهِنَّ وَاحْتِمَالِ الْأَذَى مِنْهُنَّ وَالسَّعْيِ فِي إِصْلَاحِهِنَّ وَإِرْشَادِهِنَّ إِلَى طَرِيقِ الْخَيْرِ وَالِْاجْتِهَادِ فِي طَلَبِ الْحَلَالِ لَهُنَّ وَالْأَمْرِ بِتَرْبِيَةِ الْأَوْلَادِ وَطَلَبِ الرِّعَايَةِ مِنَ اللهِ عَلَى ذَلِكَ وَالتَّوْفِيقَ لَهُ وَالْاِنْطِرَاحِ بَيْنَ يَدَيْهِ وَالْاِفْتِقَارِ إِلَيْهِ فِي تَحْصِيلِهِ

Artinya: Aku niatkan pernikahan ini untuk memerangi nafsu dan melatihnya dengan menjaga, memimpin, memenuhi hak-hak keluarga, sabar atas akhlak istri, menanggung derita darinya, mengupayakan memperbaikinya, menunjukkannya menuju jalan yang baik, berusaha keras untuk mencari rizki yang halal untuknya, mendidik anak, meminta perlindungan Allah atas semuanya, meminta petunjuk, dan berupaya di hadapan-Nya, serta menjadi membutuhkan Allah untuh mewujudkannya.

7. Niat Menikah Sepenuhnya karena Allah

نَوَيْتُ هَذَا كُلَّهُ للهِ تَعَالَى

Artinya: Saya meniatkan pernikahan ini seluruhnya karena Allah Ta’ala.

Kebiasaan Ulama Menggabungkan Banyak Niat dalam Satu Amal

Dalam tradisi ulama salaf, mengumpulkan banyak niat dalam satu amal merupakan hal yang lazim dilakukan. Hal ini bertujuan agar setiap aktivitas bernilai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Al-‘Alam al-Habib Zain bin Ibrahim bin Sumait menjelaskan:

من عادات السلف الصالح أن يعقدوا نيات صالحة قبل الشروع في أي عمل تقربا إلى الله سبحانه وتعالى حتى يخرج العمل من دائرة العادة إلى دائرة العبادة، وفي الأثر: رب قليل كثرته النية، ورب كثير قللته النية، يعني: رب قليل من العمل كثرته النية الصالحة، ورب كثير منه قلته النية الفاسدة

Artinya: Di antara kebiasaan ulama salaf saleh adalah mengabungkan niat-niat yang baik sebelum melakukan amal apapun untuk mendekatkan diri kepada Allah swt, sehingga amal tersebut keluar dari adat kebiasaan menjadi ibadah. Di dalam atsar dijelaskan: Banyak amal yang sebenarnya sedikit secara kuantitas, tapi menjadi bernilai banyak karena niat; dan banyak pula amal yang sebenarnya banyak secara kuantitas namun menjadi bernilai sedikit karena niat (Muhammad Amin bin ‘Idrus bin Abdullah bin Syekh Abi Bakar bin Salim, Budurus Sa’adah, halaman 131-134).

Dengan niat yang benar, pernikahan diharapkan menjadi ibadah yang membawa keberkahan. Selain membangun keluarga yang harmonis, pasangan juga berharap mendapat keturunan saleh serta rumah tangga yang langgeng hingga ke surga.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU