HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tren busana Lebaran tahun ini diramaikan oleh model cheongsam yang mendadak viral di media sosial. Di Pasar Tanah Abang, Jakarta, pakaian bergaya tradisional China tersebut laris diburu, terutama oleh kalangan muda. Salah satu penjaga toko pakaian, Azra, mengungkapkan penjualan baju Lebaran model cheongsam mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Ia menyebut mampu menjual ratusan potong pakaian dalam waktu sepekan seiring meningkatnya minat pembeli.
Fenomena ini muncul beriringan antara perayaan Imlek dan Lebaran yang waktunya berdekatan tahun ini. Tradisi berburu pakaian baru menjelang hari raya pun kembali mendorong munculnya tren busana yang berbeda setiap tahunnya.
Model cheongsam yang identik lewat kancing simpul dan belahan samping kini tampil dalam versi yang lebih modern. Desain tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi salah satu model paling mencuri perhatian di Tanah Abang.
Di kawasan Blok B Pasar Tanah Abang, khususnya bagian pakaian wanita dewasa, model ini mudah ditemukan di berbagai etalase toko. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp300.000 hingga Rp450.000 untuk satu set atasan dan rok.
“Dari semua model yang kami jual, model cheongsam merupakan model yang paling banyak dicari dalam beberapa pekan terakhir. Dalam sehari, rata-rata terjual 30 pakaian dan berpotensi lebih banyak lagi, terutama pada akhir pekan,” ujar Azra kepada awak media, dikutip Holopis.com, Selasa (17/3).
Menurut Azra, mayoritas pembeli berasal dari remaja hingga orang dewasa yang aktif di media sosial. Banyak di antaranya datang langsung sambil menyebut kata kunci ‘baju lebaran viral cheongsam’ atau menunjukkan referensi dari foto dan video yang mereka lihat secara online.
Media sosial menjadi faktor utama di balik melonjaknya popularitas model ini. Tren tersebut berawal dari kemunculan jaket cheongsam yang diperkenalkan salah satu merek olahraga, lalu berkembang menjadi inspirasi busana Lebaran.
Di TikTok, tagar “tunik cheongsam” telah digunakan ratusan kali dalam berbagai unggahan. Salah satu video dari akun @levioraofficial bahkan telah ditonton lebih dari empat juta kali dan mendapat hampir 100 ribu tanda suka.
Salah satu pembeli, Mis Fransiska, mengaku tertarik membeli dua potong pakaian model cheongsam melalui platform e-commerce. Ia berencana mengenakannya saat perayaan Lebaran yang berlangsung akhir pekan ini.
“Yang menarik dari model ini adalah kancingnya yang banyak dan unik. Yang paling penting, model kerah tegak seperti ini cocok untuk pengguna hijab seperti saya,” ujarnya.
Ia menilai model tersebut cukup fleksibel karena bisa digunakan tidak hanya saat hari raya, tetapi juga sebagai busana kerja sehari-hari. Ketertarikan itu bahkan membuatnya ingin menambah koleksi pakaian bergaya serupa.
Meski terinspirasi dari busana tradisional China, model cheongsam untuk Lebaran telah mengalami berbagai penyesuaian. Warna yang digunakan cenderung lembut seperti pastel, berbeda dari versi aslinya yang identik warna cerah.
Desainnya pun diubah menjadi atasan seperti tunik yang dipadukan bersama rok atau celana agar sesuai kebutuhan perempuan berhijab. Penyesuaian tersebut membuat model ini terasa lebih relevan bagi pasar Indonesia.
Sekadar informasi, pengaruh budaya China dalam busana muslim Indonesia sebenarnya bukan hal baru. Baju koko yang umum dikenakan pria, misalnya, juga diyakini memiliki kemiripan dari segi kerah tegak dan model kancing di bagian depan.


