HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajukan rencana pembangunan tiga unit pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS) tambahan di wilayah Ibu Kota. Tiga titik yang diusulkan berada di TPST Bantargebang, kawasan Tunjungan di Jakarta Utara, serta ITF Sunter.
Menurut Pramono, gagasan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah provinsi dalam menangani persoalan limbah di Jakarta sekaligus menekan kapasitas penampungan yang selama ini bertumpu pada Bantargebang.
“DKI Jakarta akan secara resmi mengusulkan tiga PLTS. Yang pertama di Bantargebang, yang kedua di Tunjungan, Jakarta Utara, yang ketiga adalah di Sunter,” ujar Pramono, sebagaimana yang diterima Holopis.com, Jumat (13/3).
Ia memaparkan bahwa kemampuan pengolahan sampah pada tiap fasilitas tidak sama. Untuk PLTS yang direncanakan di Bantargebang, kapasitasnya diperkirakan dapat menangani sekitar 3.000 ton sampah setiap hari. Angka tersebut mencakup sekitar 2.000 ton sampah baru yang dikirim dari Jakarta serta 1.000 ton sampah lama yang sudah menumpuk di area tersebut.
Adapun fasilitas PLTS di Tunjungan diproyeksikan mampu mengelola kurang lebih 2.000 ton sampah per hari, yang seluruhnya berasal dari limbah baru. Sementara itu, instalasi yang dirancang di Sunter diperkirakan memiliki kemampuan pengolahan hingga 2.500 ton sampah setiap hari.
“Untuk di Sunter kurang lebih 2.500 ton, semuanya adalah sampah baru,” ujarnya.
Pramono menambahkan, jika ketiga fasilitas tersebut nantinya beroperasi bersamaan dengan sarana pengolahan sampah lain, maka total kemampuan pengelolaan sampah di Jakarta diperkirakan dapat mencapai sekitar 6.500 hingga 7.000 ton per hari.
Dengan kapasitas tersebut, jumlah sampah yang selama ini dikirim ke Bantargebang setiap harinya dapat ditekan secara bertahap.
“Maka dengan demikian untuk sampah di Jakarta kalau PLTS ini jalan atau Rorotan jalan, sudah kurang lebih 6.500 sampai 7.000 ton per hari sampah itu akan tertampung. Kemudian Bantargebang dikurangi setiap harinya 1.000 ton,” jelasnya.


