HOLOPIS.COM, JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Sabtu (7/3/2026) malam hingga Minggu (8/3/2026) memicu banjir di sejumlah kawasan ibu kota. Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pemerintah provinsi telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menangani dampak genangan.
Pramono mengungkapkan bahwa intensitas hujan yang turun di Jakarta dan daerah sekitarnya sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi berada pada kategori sangat tinggi. Dalam kurun waktu 24 jam, jumlah curah hujan tercatat mencapai 264 milimeter, angka yang jauh melampaui rata-rata hujan harian.
“Curah hujan sebanyak 264 milimeter termasuk curah hujan yang sangat tinggi,” ujar Pramono, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com, Minggu (8/3/2026).
Berdasarkan catatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ekstrem tercatat terjadi di dua lokasi, yakni wilayah Sunter Hulu di Cilangkap, Jakarta Timur, serta area Pompa Arcadia yang berada di Kalibata, Jakarta Selatan.
Dampaknya, sejumlah kawasan di Jakarta dilaporkan terendam banjir. Mengacu pada laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga pukul 11.00 WIB pada Minggu, genangan air tercatat meliputi 147 rukun tetangga (RT) dan memengaruhi 19 ruas jalan di beberapa wilayah ibu kota.
Ketinggian air yang tercatat di lapangan berbeda-beda, mulai dari sekitar 20 sentimeter hingga mencapai 1,7 meter di beberapa titik yang paling terdampak.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian segera melakukan koordinasi penanganan bersama berbagai instansi terkait. Salah satu langkah utama yang diambil adalah pengoperasian pompa air di sejumlah lokasi rawan genangan guna mempercepat proses pengurangan volume air.
“Sejak semalam saya sudah berkoordinasi dengan jajaran, terutama Dinas Sumber Daya Air. Bahkan di beberapa titik pemompaan sudah dilakukan sejak malam,” kata Pramono.
Dalam upaya mengendalikan banjir, Pemprov DKI Jakarta juga mengerahkan sekitar 1.200 unit pompa pengendali genangan. Peralatan tersebut terdiri atas 668 pompa stasioner yang tersebar di 243 titik serta 536 pompa bergerak yang disiagakan di berbagai kawasan rawan banjir.
Proses penyedotan air terus berlangsung di sejumlah lokasi, termasuk di kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, serta beberapa jalur utama lainnya yang terdampak genangan.
Selain tingginya curah hujan di wilayah Jakarta, Pramono menambahkan bahwa potensi peningkatan volume air dari daerah hulu juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Kawasan penyangga seperti Bogor dan Tangerang yang turut diguyur hujan lebat berpotensi menambah aliran air menuju ibu kota.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan pemantauan serta koordinasi lintas wilayah untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya debit air yang dapat memperparah banjir di beberapa titik Jakarta.

