Longsor Sampah Maut, Menteri LH Siap Panggil Pengelola TPST Bantargebang

3 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq memastikan pemerintah akan segera memanggil pengelola Pengolahan Sampah Terpadu (TPST Bantargebang) menyusul peristiwa longsor sampah yang menelan korban jiwa pada Minggu (9/3/2026).

Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab insiden yang menewaskan empat orang tersebut.

Dalam keterangannya di Jakarta, Hanif menjelaskan bahwa Deputi Penegakan Hukum dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup saat ini sedang melakukan penyidikan terhadap pengelola TPST Bantargebang.

Penyelidikan dilakukan untuk mengkaji apakah terdapat kelalaian atau pelanggaran dalam pengelolaan kawasan pengolahan sampah terbesar yang melayani wilayah Jakarta tersebut.

“Apakah harus ada yang tanggung jawab? Mestinya iya. Jadi TPST Bantargebang ini kan milik pemerintah di DKJ (Daerah Khusus Jakarta). Tentu pemerintah DKJ harus bertanggung jawab,” kata Hanif.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup terdapat ancaman pidana bagi pengelola kegiatan yang menyebabkan kerusakan lingkungan hingga menimbulkan korban luka berat atau meninggal dunia.

- Advertisement -

Menurut Hanif, kasus ini harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan manusia.

“Jadi karena ini sudah masa penyidikan dari Deputi Gakkum, kita akan segera memanggil kembali semua yang harus memang bertanggung jawab dalam konteks ini. Ini masalah jiwa, masalah raga ini tidak bisa dikuantifikasikan. Ini tentu harus menjadi titik pukul yang sangat mendalam,” tutur Hanif.

Sementara itu, proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim penyelamat untuk memastikan tidak ada lagi orang yang tertimbun longsoran sampah.

Sebelumnya, data terbaru dari Basarnas menyebutkan jumlah korban meninggal dunia akibat longsor di TPST Bantargebang mencapai empat orang.

Empat korban tersebut adalah pemilik warung Enda Widayanti dan Sumine, serta dua sopir truk sampah yakni Dedi Sutrisno dan Irwan Suprihatin.

Peristiwa longsor terjadi saat sejumlah truk sampah sedang mengantre untuk membongkar muatan di area TPST Bantargebang. Longsoran sampah yang terjadi secara tiba-tiba itu juga menimpa sebuah warung di sekitar lokasi.

Pemerintah kini memastikan proses investigasi akan berjalan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut sekaligus mencegah tragedi serupa terulang kembali di masa depan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU