HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk membenahi berbagai sektor pembangunan, termasuk kebersihan lingkungan, secara menyeluruh dari tingkat desa hingga ibu kota negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam ajang Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Jumat kemarin (13/2/2026).
“Termasuk kebersihan setiap desa, kecamatan, kota, kabupaten, ibu kota provinsi, dan ibu kota negara. Saya minta dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan buktikan,” ucap Presiden, dikutip Holopis.com, Sabtu (14/2/2026).
Dalam pidatonya, Presiden menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang dinilai harus ditangani secara sistematis dan berbasis teknologi ramah lingkungan. Ia mengapresiasi sejumlah lembaga pendidikan yang telah mengembangkan alat daur ulang dan pemusnah sampah berskala kecil.
“Tidak merusak, tidak menimbulkan bau, yang cukup dalam skala-skala kecil. Kita berharap ada alat-alat itu di setiap kelurahan kita. Di setiap kecamatan kita. Sehingga tidak perlu jauh-jauh ke TPA. Sampah diselesaikan di tingkat yang terendah. Ini kita akan laksanakan tahun ini juga. Yang besar-besar ya kita terpaksa cari teknologi yang terbaik dan kita sudah mulai,” ujarnya.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi tata kelola lingkungan nasional, dengan target penyelesaian sampah langsung di tingkat komunitas guna mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Luncurkan Gerakan “ASRI”
Pada kesempatan tersebut, Presiden juga memperkenalkan gerakan “ASRI”, akronim dari aman, sehat, resik, dan indah. Gerakan ini diharapkan menjadi payung program kebersihan dan penataan lingkungan di seluruh Indonesia.
“Ini sudah mulai bekerja. Saya juga berharap kita akan lakukan gentengisasi seluruh desa, kecamatan, dan seluruh kota-kota besar Indonesia,” tambahnya.
Program tersebut diharapkan mampu mendorong modernisasi tata kota sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang lebih bersih dan tertata.
Selain isu lingkungan, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional serta kepastian hukum sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Ia memastikan Indonesia memiliki rekam jejak yang kuat dalam memenuhi kewajiban keuangan dan menghormati perjanjian internasional.
“Kita punya track record yang sangat besar. Indonesia belum pernah default dalam sejarah kita. Kita selalu hormati perjanjian pemerintah-pemerintah terdahulu. Kita terbuka untuk investasi dari manapun dan kita yakin bahwa kita akan bangkit dengan sangat meyakinkan,” kata presiden.
Menutup pidatonya, Presiden memperkenalkan strategi besar bertajuk “Indonesia Incorporated”, yang menekankan kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam pembangunan nasional.
“Pemerintah yang bersih dan adil bantu yang paling lemah dan paling miskin. Kita bangkit bersama, Indonesia insyaallah bukan lagi raksasa yang tertidur, tapi kita bangkit menjadi raksasa yang mampu berdiri dan membangun kehidupan lebih baik bagi rakyatnya,” tandasnya.


