HOLOPIS.COM, JAKARTA – Rusia kembali memperkuat kemampuan militernya dalam menghadapi ancaman drone berukuran kecil. Langkah tersebut ditandai dengan pengembangan jenis amunisi baru yang diklaim mampu meningkatkan efektivitas pencegatan terhadap target udara berukuran kecil dan bergerak.
“Rusia berhasil mengembangkan jenis amunisi 30 mm baru yang dirancang untuk meningkatkan kemampuannya dalam menembak jatuh drone berukuran kecil,” kata perusahaan teknologi milik negara Rusia, Rostec, dikutip Holopis.com (5/2).
Menurut Rostec, amunisi tersebut menggunakan proyektil fragmentasi yang dilengkapi sumbu kendali jarak jauh. Teknologi ini memungkinkan proyektil meledak pada titik yang telah diperhitungkan di dekat target, sehingga meningkatkan peluang mengenai sasaran kecil.
Amunisi baru itu dijadwalkan akan diperkenalkan ke publik oleh perusahaan pengekspor senjata milik negara Rusia, Rosoboronexport, dalam ajang World Defense Show 2026 yang digelar di Riyadh pada 8–12 Februari.
Rostec menyebutkan bahwa amunisi ini dirancang untuk digunakan pada sistem artileri kaliber kecil yang dilengkapi meriam otomatis 2A42. Sistem tersebut digunakan pada berbagai kendaraan tempur serta helikopter serang Mi-28NM dan Ka-52M.
Direktur klaster industri senjata, amunisi, dan bahan kimia khusus Rostec, Bekhan Ozdoev, mengatakan amunisi ini dikembangkan untuk meningkatkan kemungkinan mengenai target drone berukuran kecil, termasuk dalam pencegatan amunisi berkeliaran.
Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya Rusia menyesuaikan sistem persenjataannya dengan karakter ancaman modern yang semakin banyak memanfaatkan teknologi drone.


