HOLOPIS.COM, TRENGGALEK – Asa baru tumbuh bagi Sarjono (69), penarik becak lansia di Kota Trenggalek, setelah menerima bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Bantuan tersebut disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Minggu (11/1/2026).
Selama lebih dari empat dekade, Sarjono menghidupi keluarganya dengan mengandalkan tenaga kaki mengayuh becak. Dari penghasilan yang tidak menentu itu, ia berhasil membesarkan empat anak hingga kini seluruhnya menjadi anggota TNI.
“Ya, dibesarkan dari becak. Kan jaman dulu memang siapa yang hidupnya rekoso (sulit) berani maju, pasti insya Allah berhasil,” ujar Sarjono dengan mata berbinar.
Kehidupan Sarjono jauh dari kata mudah. Dalam keterbatasan ekonomi, ia kerap harus berbagi satu telur atau sebungkus mi instan untuk empat orang. Namun, harapan tak pernah lepas dari doa yang terus ia panjatkan.
Kini, becak listrik menjadi titik balik di usia senjanya. Ia tak lagi harus mengerahkan tenaga penuh untuk bekerja. “Kasihan mas (tukang) becak itu. Sekarang alhamdulillah diberi becak (listrik) ini sama Bapak Prabowo. Mudah-mudahan becak ini bisa untuk mencari nafkah setiap harinya,” katanya penuh syukur.
Sarjono pun menyampaikan terima kasih dan doa bagi Presiden Prabowo. “Semoga Bapak Prabowo sehat-sehat selalu. Amin,” ucapnya.
Rasa haru serupa dirasakan Edi Sucipto, penarik becak lansia lainnya di Trenggalek yang juga dikenal sebagai seniman. Bagi Edi, becak listrik bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol hadirnya perhatian negara bagi rakyat kecil.
“Alhamdulillah, senang sekali. Terima kasih Bapak Prabowo atas pemberian becak listrik ini. Semoga bermanfaat, membawa rezeki yang berkah dan barokah, dan semoga Bapak Prabowo selalu sehat,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Bantuan becak listrik ini diharapkan dapat meringankan beban para penarik becak lansia sekaligus memberi mereka semangat baru untuk terus bertahan dan berkarya.


