HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jasad yang ditemukan tim SAR gabungan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu kemarin dipastikan adalah pelatih tim B wanita Valencia Spanyol, Fernando Martin Carreras (FMC). Polisi memastikan jasad Fernando berdasarkan identifikasi medis forensik hingga post mortem.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan jasad Fernando diketahui dari jam tangan dan cincin yang dikenakan.
“Benar yang bersangkutan adalah pelatih Valencia untuk tim B yang teridentifikasi melalui cincin dan jam tangan,” kata Kombes Pol Henry Novika, Minggu, (5/1/2026).
Dia menjelaskan polisi bisa memastikan jasad Fernando berdasarkan penyesuaian data ante mortem dan post mortem. Hal itu merujuk jenis kelamin pria dewasa, tinggi badan, ciri khusus seperti tato di tubuh.
Pun, dari identifikasi dan ciri jasad sudah dikonfirmasi oleh pihak keluarga korban yang sudah berada di Labuan Bajo.

Lebih lanjut, dia menyampaikan proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh oleh Tim Disaster Victim Identification Bidang Kedokteran dan Kesehatan (DVI Bidokkes) Polda NTT.
Upaya itu dengan membandingkan data ante mortem (AM) dari keluarga dan kedutaan. Selain itu, data post mortem (PM) hasil pemeriksaan medis forensik.
Dia bilang tim DVI Bidokkes melakukan proses identifikasi secara hati-hati dengan mengedepankan prinsip ilmiah dan kemanusiaan.
Kombes Henry mengatakan tim DVI mengumpulkan dan mencocokkan data primer dan sekunder sesuai protokol Interpol.
“Meskipun data primer seperti sidik jari tidak dapat digunakan secara optimal akibat kondisi jenazah,” ujar Kombes Henry.
Menurut dia, jenazah korban kecelakaan KM Putri Sakinah itu berada di fasilitas kesehatan di Labuan Bajo. Keluarga korban dan perwakilan kedutaan Spanyol di RI tengah berkoordinasi untuk mengurus pemulangan jenazah.
Insiden tragis KM Putri Sakinah tenggelam membawa 11 penumpang yang terdiri dari enam wisatawan mancanegara asal Spanyol termasuk Fernado Martin dan ketiga anaknya. Selain itu, ada satu orang pemandu wisata dan empat orang kru kapal.
Adapun dari 11 penumpang, tujuh orang berhasil selamat. Sementara, empat orang lainnya dinyatakan hilang.


