HOLOPIS.COM, KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang menyiapkan dapur umum selama 14 hari untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat.
Langkah ini diambil sebagai respon cepat atas meluasnya banjir yang kembali menggenangi permukiman warga sejak awal pekan ini.
Bupati Karawang menegaskan bahwa pendirian dapur umum ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pemkab, Dinas Sosial, BPBD, hingga dukungan swadaya dari masyarakat. Unsur Forkopimda juga terlibat dalam pengambilan keputusan dan koordinasi teknis di lapangan.
“Lokasi dapur umum ditetapkan di Desa Karangligar untuk 14 hari, sesuai hasil rapat koordinasi bersama Forkopimda,” ujar Bupati, seperti dikutip Holopis.com, Selasa (9/12).
Menurut Bupati, penanganan banjir di Karangligar dilakukan bertahap melalui program jangka pendek hingga solusi permanen. Pada 2025, sejumlah pekerjaan awal mulai dilaksanakan, sedangkan pembangunan lanjutan akan diteruskan oleh Kementerian PUPR melalui BBWS pada 2026.
“Alhamdulillah, ada dukungan dari Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dengan alokasi anggaran sekitar Rp110 miliar. Harapannya proyek konstruksi tuntas pada 2026 agar banjir yang sudah 14 tahun terjadi bisa selesai,” jelasnya.
Sejak beroperasi, dapur umum telah mendistribusikan 500 paket makanan kepada warga dan penyaluran tambahan kembali dilakukan pada siang hari. Sehari sebelumnya, total 800 paket makanan juga telah disalurkan kepada warga yang mengungsi maupun yang masih bertahan di rumah masing-masing.
Pemkab juga menyampaikan apresiasi terhadap bantuan dari berbagai instansi, termasuk BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, serta dukungan dari Polres Karawang, Kodim 0604, Ketua DPRD Karawang, dan Kejaksaan Negeri Karawang.
Menurut Bupati, soliditas Forkopimda menjadi faktor penting yang membuat penanganan banjir dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan menyeluruh.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah daerah turut menyiagakan armada pemadam kebakaran di sejumlah titik rawan.
Unit damkar di Kecamatan Rengasdengklok juga dikerahkan untuk mengantisipasi kondisi darurat khususnya di wilayah pesisir utara yang berpotensi mendapat dampak lanjutan dari cuaca ekstrem.
Bupati mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat intensitas hujan dalam beberapa hari ke depan masih cukup tinggi. Ia berharap seluruh rangkaian penanganan banjir berjalan maksimal sehingga Desa Karangligar dapat segera terbebas dari genangan yang telah terjadi selama bertahun-tahun.
Hingga Selasa sore, sejumlah permukiman masih terendam banjir meski ketinggian air mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Pemerintah daerah terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak terpenuhi selama masa tanggap darurat.


