HOLOPIS.COM, JAKARTA – Selama ini, banyak orang mengira pisang hanyalah buah tropis. Kita mengenalnya sebagai buah yang gampang didapat, punya rasa manis lembut, dan sering dijadikan camilan sehat.
Namun, di balik warna kuningnya yang menggoda, pisang ternyata punya fakta menarik yang jarang diketahui dimana secara ilmiah, pisang termasuk dalam kategori buah beri.
Dikutip HOLOPIS.COM dari Science Focus, dalam istilah botani, buah beri atau true berry memiliki definisi tertentu. Buah beri bukan sekadar buah kecil yang berwarna cerah seperti blueberry ataupun strawberry.
Buah beri adalah buah yang berkembang dari satu bunga dengan satu ovarium dan memiliki daging buah yang mengelilingi biji di dalamnya. Dengan kata lain, struktur pembentukan buahlah yang menentukan kategori, bukan tampilan atau ukuran.
Nah, pisang memenuhi semua kriteria tersebut. Pisang berkembang dari satu bunga yang memiliki satu ovarium besar, dan bijinya tertanam di dalam daging buahnya. Meskipun pisang yang kita konsumsi sehari-hari mungkin sudah menjadi pisang hasil budidaya atau sudah mengalami rekayasa alam dan seleksi sehingga bijinya sangat kecil dan hampir tidak terasa. Tapi secara struktur, karakteristik tersebut tetap menunjukkan bahwa pisang adalah buah beri.
Sebaliknya, banyak buah yang selama ini kita sebut beri ternyata bukan beri secara ilmiah. Seperti strawberry, raspberry, hingga blackberry. Walaupun namanya mengandung kata “berry”, ketiganya dikategorikan sebagai buah agregat, karena berasal dari satu bunga dengan banyak ovarium kecil yang menyatu.
Selain itu, pisang juga masuk ke dalam keluarga tanaman bernama Musaceae, dan secara botani termasuk golongan tanaman herba raksasa. Hal ini karena batang pisang sebenarnya bukan batang kayu, melainkan kumpulan pelepah daun yang menumpuk. Artinya, pohon pisang bukan benar-benar pohon, melainkan tanaman herba besar.
Proses pembentukan pisang juga cukup unik. Tanaman pisang tumbuh dari rimpang, lalu mengeluarkan anakan yang akan menjadi generasi berikutnya. Buahnya tumbuh dalam tandan besar yang terdiri dari beberapa sisir. Setiap satu buah pisang merupakan hasil dari satu ovarium yang membesar setelah proses pembuahan atau bahkan tanpa pembuahan yang disebut parthenocarpy, sehingga buah tetap terbentuk meskipun bijinya tidak berkembang.
Dari sisi kandungan, pisang kaya akan karbohidrat, vitamin B6, vitamin C, kalium, dan serat. Inilah yang menjadikan pisang banyak dipilih sebagai sumber energi cepat, terutama untuk anak sekolah, pekerja, hingga atlet. Di beberapa budaya, pisang bahkan dijadikan bagian dari ritual, makanan pokok, atau cemilan harian.



