Wayang ‘Drayang Kijang Kencana’ Menuju Panggung Dunia sebagai Aset Wisata Global

0 Shares

JAKARTA Seni pertunjukan kini tak lagi sekadar panggung budaya, melainkan medan tempur ekonomi global baru Indonesia. Sinyal kuat ini datang dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang secara resmi menyambut Yayasan Swargaloka di Autograph Tower Thamrin Nine untuk membahas pementasan “Drayang Kijang Kencana” yaitu sebuah drama wayang modern yang berambisi melompat dari panggung lokal ke pentas dunia.

Alih-alih hanya mendiskusikan artistik, pertemuan ini justru berfokus pada potensi finansial dan perluasan ekosistem. Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar, mendeklarasikan seni pertunjukan sebagai “the new engine of growth” yang mampu membanggakan bangsa di kancah internasional.

“Karya seperti Drayang ini bukan hanya menjaga narasi warisan budaya. Lebih dari itu, ini adalah pembuka peluang ekonomi masif, dari panggung pertunjukan, kolaborasi lintas sektor, hingga penggerak pariwisata daerah,” tegas Wamen Irene.

Wamen Irene menyoroti penerapan pendekatan Hexahelix yang melibatkan kolaborasi terpadu antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, media, dan generasi muda sebagai kunci untuk memastikan seni pertunjukan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat menjadi komoditas global.

Di sisi lain, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu, menekankan bahwa potensi tenaga kerja besar di sektor ini baru dapat terwujud jika ada strategi komunikasi yang cerdas.

“Seni wayang modern harus relevan dengan generasi saat ini. Tantangannya adalah bagaimana branding dan percakapan di ruang digital dibangun agar menjangkau masyarakat luas. Ini yang harus segera kita garap serius,” ungkap Yuke, menggarisbawahi perlunya adaptasi digital yang agresif.

- Advertisement -

Plt. Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Dadam Mahdar, menjanjikan dukungan konkret, tidak hanya dalam urusan teknis, tetapi juga bantuan publikasi yang terarah. “Penting untuk menyoroti kekuatan cerita yang unik, kreativitas visual, dan pesan budaya yang diusung oleh Drayang,” jelasnya.

Menanggapi dukungan kementerian, Founder Yayasan Swargaloka, Suryandoro, menyatakan kesiapan mereka untuk bersinergi. “Kami berharap seni pertunjukan ini bisa tumbuh bersama, menjangkau seluruh pelosok Indonesia, dan melangkah hingga ke panggung dunia. Kami siap menjadikannya kebanggaan nasional,” tutup Suryandoro.

Audiensi ini mengukuhkan komitmen Ekraf untuk mengubah paradigma bahwa warisan budaya klasik seperti wayang dapat direvitalisasi dan diperkenalkan sebagai tulang punggung baru dalam strategi pengembangan ekonomi kreatif berdaya saing global.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Dede Suhadi
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU