JAKARTA – Isu pemblokiran Roblox saat ini sedang menjadi sorotan hangat masyarakat. Pasalnya, muncul kekhawatiran dari dampak game populer itu diblokir. Tetapi, hingga saat ini masih belum ada rencana resmi dari pemerintah untuk benar-benar memblokir gim ini.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan pasti untuk menutup platform yang sangat populer di kalanin anak-anak ini.
“Pemerintah belum ada rencana memblokir game Roblox, sampai saat ini belum ada,” kata Meutya Hafid, dikutip Holopis.com, Kamis (7/8).
Meutya Hafid pun mengatakan pihaknya akan terus melakukan evaluasi terkait rencana ini dan memantau perkembangan hingga urgensinya.
“Kita akan lihat dan evaluasi terus. Kan ada Dirjen Pengawasan Ruang Digital yang terus memantau,” katanya.
Belum Ada Urgensi untuk Memblokir
Meutya juga menyampaikan hingga saat ini belum ada rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital terkait urgensi pemblokiran Roblox.
“Belum ada penyampaikan dari dirjen tersebut, nanti kita lihat,” katanya.
Sebagai informasi, awal mula heboh wacana Roblox akan diblokir datang dari Mendikdasmen Abdul Mu’ti yang melarang siswa untuk bermain Roblox karena dinilai menunjukkan kekerasan yang bisa berdampak buruk terhadap anak-anak di bawah umur.
Apa Itu Gim Roblox?
Bagi Sobat Holopis yang belum tahu, Roblox adalah platform permainan daring yang memungkinkan pengguna bermain sekaligus membuat gim sendiri. Dirilis pada tahun 2006, Roblox berisi jutaan dunia virtual buatan komunitas dari seluruh dunia, mulai dari petualangan, simulasi, hingga permainan santai yang bisa diakses secara gratis.
Pengguna dapat membuat gim menggunakan Roblox Studio, alat pengembangan resmi yang menggunakan bahasa pemrograman Lua. Roblox juga memiliki mata uang virtual bernama Robux yang digunakan untuk membeli item atau mendukung kreator. Platform ini populer di kalangan anak-anak dan remaja karena interaktif, kreatif, dan mudah digunakan.


