Sabtu, 21 Feb 2026
BREAKING
Sabtu, 21 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Mengapa Banyak Kasus Serangan Jantung Terjadi di Kamar Mandi?

0 Shares

JAKARTA – Presenter dan penyiar radio Gustitiw yang meninggal di usia 25 tahun pada hari Kamis (16/6) telah menggemparkan dunia. Gutiwiw awalnya dikabarkan meninggal dunia setelah terjatuh di kamar mandi. Kemudian diungkapkan oleh sang ibunda, bahwa anaknya menderita tensi tinggi dan jantung, sebelum ia ditemukan tak sadarkan diri di kamar mandi.

“Sempat kata temannya pusing, terus setelah dokter diagnosis, tensinya tinggi terus jadi jantung,” kata ibunya, Sri Yulianti, dikutip Holopis.com, Senin (16/5).

- Advertisement -

Kasus seseorang yang mengalami serangan jantung dan ditemukan dalam kondisi terjatuh di kamar mandi bukanlah hal yang jarang terdengar. Fenomena ini kerap menimbulkan pertanyaan : mengapa kamar mandi menjadi tempat yang cukup sering dikaitkan dengan kejadian serangan jantung, bahkan hingga menyebabkan kematian mendadak?

Untuk menjawabnya, kita perlu melihat beberapa faktor fisiologis dan lingkungan yang membuat kamar mandi menjadi tempat berisiko tinggi, terutama bagi mereka yang sudah memiliki faktor risiko penyakit jantung.

- Advertisement -

1. Perubahan Suhu yang Mendadak

Salah satu pemicu utama serangan jantung di kamar mandi adalah perubahan suhu ekstrem secara tiba-tiba. Ketika seseorang mandi air dingin terutama di pagi hari atau saat cuaca dingin tubuh merespons dengan penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi). Reaksi ini menyebabkan tekanan darah meningkat secara tajam dan jantung harus bekerja lebih keras.

Bagi orang yang memiliki riwayat hipertensi atau penyakit jantung, lonjakan tekanan ini bisa memicu pecahnya plak di arteri, menyebabkan sumbatan mendadak, dan memicu serangan jantung.

2. Tekanan Valsava Saat Mengejan

Aktivitas seperti buang air besar, terutama saat sembelit, melibatkan tekanan yang disebut manuver Valsava proses menahan napas dan mengejan dengan kuat. Tekanan ini dapat mengganggu aliran darah ke jantung dan otak, serta meningkatkan tekanan intratorakal dan tekanan darah.

Pada individu yang memiliki jantung lemah atau pembuluh darah yang rapuh, kondisi ini bisa menyebabkan denyut jantung terganggu, aliran darah ke jantung terganggu, dan akhirnya menyebabkan serangan jantung mendadak.

3. Aktivitas Fisik Mendadak

Bangun tidur lalu langsung mandi atau beraktivitas fisik di kamar mandi (seperti mencuci, membungkuk, atau menggosok badan dengan keras) dapat membuat jantung bekerja mendadak dalam waktu singkat. Perubahan posisi dari tidur ke berdiri, atau dari duduk ke jongkok juga bisa menyebabkan penurunan tekanan darah mendadak atau lonjakan tekanan yang tidak seimbang, berisiko pada jantung.

Hal ini bisa menjadi pemicu khususnya bagi lansia atau penderita penyakit jantung yang sensitif terhadap perubahan tekanan darah dan ritme jantung.

4. Kondisi Lantai yang Licin dan Isolasi

Saat seseorang mengalami serangan jantung, gejalanya bisa datang mendadak berupa nyeri dada, pusing, mual, atau pingsan. Jika ini terjadi di kamar mandi yang lantainya licin dan tidak ada pegangan, risiko jatuh menjadi tinggi. Jatuh bisa memperparah kondisi—misalnya menyebabkan cedera kepala, dan membuat korban tidak bisa meminta pertolongan.

Kamar mandi juga merupakan ruang pribadi yang sering digunakan sendirian dan dalam kondisi terkunci. Jika seseorang pingsan atau terjatuh di dalam tanpa pengawasan, bantuan bisa datang terlambat.

5. Paparan Uap Panas atau Kelembaban Tinggi

Mandi air panas dalam ruangan tertutup dan lembap bisa menyebabkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah), yang menyebabkan tekanan darah turun secara drastis. Bila jantung tidak mampu mengimbanginya, bisa terjadi kolaps sirkulasi atau bahkan henti jantung. Bagi penderita penyakit jantung tertentu, kondisi ini cukup berbahaya.

6. Gejala Serangan Jantung Sering Diabaikan

Beberapa orang mungkin telah mengalami gejala awal seperti nyeri dada ringan, sesak, atau kelelahan, tetapi tetap memaksakan diri untuk mandi. Karena serangan jantung kadang tidak langsung terasa berat, korban mungkin tidak menyadari bahwa jantungnya sedang mengalami gangguan dan tetap melanjutkan aktivitas hingga akhirnya kolaps.

Sobat Holopis, kamar mandi memang bukan penyebab langsung dari serangan jantung, tetapi kombinasi antara lingkungan kamar mandi yang ekstrem, tekanan fisik yang terjadi selama mandi atau buang air, serta potensi isolasi saat kejadian membuat tempat ini menjadi lokasi yang berisiko tinggi bagi penderita gangguan jantung.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru