BerandaNewsRagamPertamina Bakal Gandeng Pihak Independen Demi Buktikan Kualitas BBM ke Publik

Pertamina Bakal Gandeng Pihak Independen Demi Buktikan Kualitas BBM ke Publik

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) bakal menggandeng lembaga independen non pemerintah untuk membuktikan kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri menjelaskan, bahwa pelibatan pihak independen ini dilakukan agar hasil uji standar yang akan dilakukan pihaknya dapat diterima oleh publik.

“Sudah pasti gagasan ini sangat baik dan kami sambut baik, tentunya dengan adanya pihak ketiga yang lebih independen bisa melakukan uji dengan standar yang lebih bisa diterima,” kata Simon dalam keterangannya, seperti dikutip Holopis.com, Senin (3/3).

Diketahui, bahwa sebelumnya uji BBM milik perusahaan pelat merah telah dilakukan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi/LEMIGAS.

“Dalam arti ketika uji dilakukan oleh tim Pertamina, atau pun lembaga yang ada selama ini, supaya lebih menambah tingkat kepercayaan masyarakat kami juga akan melibatkan dari pihak ketiga atau pihak lain,” terangnya.

Simon melanjutkan, bahwa pihaknya di Pertamina juga akan melibatkan masyarakat dalam hal pengawasan. Masyarakat pun diharap dapat melakukan pengaduan melalui contact centre di 135 dan nomor khusus Simon di 081417081945.

“Keterlibatan masyarakat pun kami dorong untuk sama-sama bisa ikut mengawasi,” ujar Simon.

Simon menegaskan, bahwa Pertamina bakal mengedepankan transparansi karena layanan BBM berkaitan langsung dengan hajat hidup masyarakat Indonesia.

Adapun saat ini kualitas BBM Pertamina, khususnya Pertamax series tengah dipertanyakan publik usai mencuat ihwal skandal tata kelola minyak mentah yang menyeret 7 orang tersangka, salah satunya Dirut PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan.

Dalam kasus ini, muncul dugaan BBM jenis Pertamax oplosan. Sebab berdasarkan temuan penyidik dalam kasus ini, Riva diketahui melakukan pengadaan Pertamax (RON 92) dengan ketentuan yang melanggar peraturan.

Dimana Riva justru membeli BBM Pertalite (RON 90) atau lebih rendah, yang kemudian diblending di kilang atau depo. Padahal hal ini tidak diperbolehkan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

BACA LAINNYA