JAKARTA – Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair akan menjadi salah satu dewan pengawas di Danantara. Hal tersebut sudah dibenarkan oleh Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, terkait keterlibatan Tony Blair nantinya.
“Iya salah satunya (pengawas Danantara),” jelas Rosan, dikutip Holopis.com (24/2).
Seperti diketahui Sobat Holopis, Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani dan meresmikan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada hari ini, Senin (24/2).
Danantara akan menjadi pendorong perekonomian Indonesia lebih cepat dari sebelumnya. Termasuk untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Sebagai salah satu orang yang menjadi pengawas Danantara, Tony Blair adalah salah satu tokoh politik dunia yang berpengaruh. Ia menjabat sebagai PM Inggris dari 1997 hingga 2007.
Berikut ini perjalanan karir dari sosok Tony Blair :
Perjalanan Karir Tony Blair, Dari Aktivis Partai Buruh hingga Perdana Menteri Inggris
Tony Blair bergabung dengan Partai Buruh setelah lulus dari Universitas Oxford pada 1975. Pada awal 1980-an, ia aktif di politik lokal Hackney South dan Shoreditch. Pada 1982, ia mencalonkan diri dalam pemilihan dewan Hackney tetapi gagal. Tahun yang sama, ia maju dalam pemilihan sela di Beaconsfield namun kalah, meski mendapat perhatian dalam partai.
Blair mengidentifikasi dirinya sebagai sosialis moderat dan mengkritik baik sayap kanan maupun kiri ekstrem dalam partai.
Memasuki Parlemen Inggris
Blair terpilih sebagai anggota parlemen untuk Sedgefield pada pemilu 1983 meskipun Partai Buruh mengalami kekalahan besar secara nasional. Dalam pidato perdananya di House of Commons, ia menegaskan keyakinannya pada sosialisme sebagai jalan menuju kerja sama dan kesetaraan.
Blair dengan cepat naik dalam hierarki Partai Buruh. Pada 1984, ia ditunjuk sebagai juru bicara keuangan bayangan, dan pada 1988, ia dipromosikan sebagai juru bicara sektor keuangan di London. Setelah kekalahan Partai Buruh dalam pemilu 1992, ia menjadi Menteri Dalam Negeri Bayangan dan salah satu tokoh utama dalam modernisasi partai. Ia berpendapat bahwa Buruh harus merangkul kelas menengah yang berkembang dan mendorong penghapusan “Clause IV”, komitmen partai terhadap nasionalisasi industri, yang berhasil dicapai pada 1995.
Menjadi Perdana Menteri Inggris
Pada 2 Mei 1997, Blair terpilih sebagai Perdana Menteri Inggris, menjadi yang termuda sejak 1812. Ia memimpin era “New Labour” yang lebih moderat dan berorientasi pasar. Blair memenangkan tiga pemilu berturut-turut pada 1997, 2001, dan 2005, menjadikannya perdana menteri dari Partai Buruh dengan masa jabatan terlama.
Perjalanan karir Tony Blair mencerminkan transformasi dari politisi muda idealis menjadi pemimpin reformis yang mengubah wajah Partai Buruh dan membawa Inggris ke arah yang lebih progresif.


