Fakta-Fakta Penembakan Maut di Krakow Polandia, Pelaku Diduga Penganut Ideologi Ultranasionalis

0 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Penembakan brutal yang terjadi di pusat Kota Krakow, Polandia, menewaskan enam orang dan melukai 16 lainnya. Insiden yang berlangsung pada Sabtu sore tersebut kini menjadi perhatian serius pemerintah Polandia, terlebih setelah penyelidikan menemukan indikasi bahwa pelaku memiliki ketertarikan terhadap ideologi sayap kanan ekstrem.

Pria berusia 25 tahun itu diketahui datang dengan perlengkapan taktis bergaya militer dan membawa senjata yang disebut memiliki spesifikasi militer. Berikut sejumlah fakta terkait penyerangan yang mengguncang salah satu kota terbesar di Polandia tersebut.

1. Pelaku Diduga Terpengaruh Ideologi Sayap Kanan Ekstrem

Menteri Dalam Negeri Polandia Marcin Kierwiński mengungkapkan bahwa penyelidikan mengarah pada dugaan ketertarikan pelaku terhadap ideologi sayap kanan ekstrem. Ia juga menyebut pria tersebut memiliki pandangan ultranasionalis.

“Segala sesuatu mengindikasikan bahwa dia terpesona oleh ideologi sayap kanan dan memiliki pandangan ultranasionalis,” kata Kierwiński, dikutip Holopis.com, Minggu (8/11).

Meski membawa senjata bergaya militer dan mengenakan perlengkapan taktis lengkap saat menyerang, pemerintah memastikan pelaku bukan anggota angkatan bersenjata Polandia.

2. Polisi Temukan Senjata dan Amunisi Tambahan

Penyelidikan tidak hanya berfokus pada senjata yang digunakan saat penyerangan. Aparat juga menemukan sejumlah senjata dan amunisi tambahan di dalam mobil milik pelaku.

Hingga kini, nama lengkap tersangka belum diumumkan kepada publik. Ia telah ditangkap setelah terlibat baku tembak dengan polisi dan masih menjalani perawatan di rumah sakit setelah menjalani operasi.

3. Tiga Jenazah Ditemukan di Rumah Pelaku

Temuan lain yang mengejutkan muncul ketika aparat melakukan penggeledahan di kediaman pelaku di Ostrowiec Świętokrzyski, sekitar 200 kilometer dari Krakow.

Polisi menemukan tiga jenazah yang terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki. Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan terdapat indikasi kuat bahwa ketiga orang tersebut merupakan anggota keluarga dekat pelaku.

Namun, hubungan pasti antara pelaku dan ketiga korban masih menjadi bagian dari penyelidikan.

4. Pemerintah Polandia Waspadai Kemungkinan Adanya Pendukung Pelaku

Perdana Menteri Donald Tusk menegaskan bahwa aparat akan menindak pihak-pihak yang terbukti mendukung aksi penyerangan tersebut. Ia juga meminta masyarakat memberikan informasi apabila mengetahui sesuatu yang dapat membantu penyelidikan.

Tusk menyebut serangan di Krakow sebagai tindakan terorisme dan menilai peristiwa tersebut sebagai salah satu kasus kekerasan paling mengerikan yang pernah dihadapi Polandia.

“Hingga saat ini, Polandia belum pernah mengalami kasus terorisme yang begitu mengerikan. Serangan kejam terhadap nyawa manusia di Krakow ini harus kita sebut sebagai tindakan terorisme,” tegas Tusk.

5. Enam Orang Tewas dan 16 Lainnya Terluka

Penembakan terjadi di Main Market Square, kawasan pusat kota Krakow yang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata populer. Pelaku mengendarai mobil menuju lokasi tersebut sebelum melepaskan tembakan secara acak ke arah warga.

Enam orang meninggal dunia, terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki. Tiga korban merupakan warga Polandia, satu warga Inggris, sedangkan identitas dua korban lainnya belum diketahui.

Dari 16 orang yang terluka, lima di antaranya merupakan warga negara asing asal Austria, Jerman, Portugal, Rusia, dan Inggris. Dua anggota kepolisian juga termasuk korban luka, dengan satu petugas dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Pemerintah Kota Krakow telah menetapkan masa berkabung hingga 11 November sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.

Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

berita serupa

Rubrik Sama