Ratusan Perusahaan Tambang Bakal Dikerahkan Atasi Karhutla Kalimantan Tengah

0 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

“Sumur bor yang dibangun kalau kita hitung jumlahnya sejumlah 420 unit di sebelah jalan, kemudian yang kuning 776 unit sehingga jumlahnya 1.196,” paparnya.

Di sisi lain, Hanif juga mengingatkan perusahaan pemegang konsesi agar memenuhi kewajiban menyediakan sarana dan prasarana pengendalian kebakaran di wilayah operasional masing-masing. Perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban tersebut dapat ditindaklanjuti oleh kementerian terkait bersama aparat penegak hukum.

“Bilamana nanti terjadi kebakaran hutan dan lahan ternyata sarana prasarana itu tidak dilengkapi, artinya kan ada unsur yang pasti akan ditangani oleh kementerian terkait, baik itu kepolisian maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” tegasnya.

Hanif menegaskan, penyediaan fasilitas pengendalian karhutla merupakan tanggung jawab setiap perusahaan pemegang konsesi. Kewajiban tersebut harus dipenuhi untuk mendukung pencegahan dan penanganan kebakaran di wilayah operasional masing-masing.

Karhutla Ganggu Aktivitas Warga, Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo mengatakan karhutla telah mengganggu aktivitas masyarakat, kesehatan, hingga transportasi udara. Kabut asap yang menyelimuti wilayah Palangka Raya juga berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut.

“Dampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi ini tentu pertama mengganggu aktivitas masyarakat. Kesehatan juga ya, yaitu terganggunya pernapasan bagian atas masyarakat. Kemudian transportasi juga terjadi penutupan misalnya jalur penerbangan bandara kita juga terganggu,” kata Edy.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, kata Edy, telah menyiapkan sejumlah bantuan bagi masyarakat terdampak, mulai dari bantuan pangan, air bersih, vitamin, hingga penyediaan ruang oksigen. Pemerintah juga menyiapkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta asuransi bagi relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

“Pemprov sudah menyiapkan bantuan pangan, kemudian penyiapan air bersih, kemudian pembagian vitamin, kemudian juga penyediaan ruang-ruang oksigen. Nah kemudian ada lagi sejumlah bantuan-bantuan KUR ya. Kemudian kemarin relawan-relawan kita kasih asuransi,” papar Edy.

Edy kemudian berharap kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan dunia usaha dapat memperkuat mitigasi kebakaran, terutama dengan menjaga ketersediaan air dan kelembapan ekosistem gambut menjelang musim kemarau.

Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Vhina Noviyanti
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Ronalds Petrus Gerson
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

berita serupa

Rubrik Sama