Adapun tugas kader Posyandu dalam kolaborasi ini tidak berhenti pada pendataan dan edukasi.
Mereka juga akan dilibatkan dalam pengawasan proses pengolahan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pengawasan mencakup proses memasak, penerapan standar operasional prosedur, hingga kondisi makanan sebelum dikirim kepada penerima manfaat.
Kader juga diharapkan melaporkan jika menemukan persoalan dalam pelaksanaan program.
Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain kualitas menu yang tidak sesuai dan keterlambatan distribusi makanan.
Untuk mendukung pengawasan tersebut, BGN berencana menyiapkan mekanisme pengaduan masyarakat.
Saluran ini diharapkan menjadi sarana pelaporan apabila ditemukan masalah dalam penyediaan maupun penyaluran makanan bergizi.
Dengan keterlibatan kader Posyandu, pengawasan MBG diharapkan dapat menjangkau wilayah yang selama ini sulit dipantau secara langsung.
Kehadiran mereka di lingkungan masyarakat dinilai dapat membantu memastikan proses distribusi berjalan sesuai sasaran.
Salah satu hal yang menjadi perhatian BGN adalah memastikan makanan benar-benar diterima dan dikonsumsi oleh kelompok yang berhak, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Kader Posyandu diharapkan dapat membantu memantau penyaluran makanan agar tidak dialihkan kepada anggota keluarga lain yang bukan sasaran utama program.
Upaya ini menjadi bagian dari penguatan pengawasan di lapangan, sekaligus mendukung target perluasan penerima manfaat MBG.
Meski demikian, masih adanya sekitar 10 juta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang belum terlayani menunjukkan besarnya pekerjaan yang harus diselesaikan untuk memperluas cakupan program.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...