Bungaran Saragih Bongkar Rahasia Kenapa Indonesia Kaya Raya Tapi Rakyatnya Belum Makmur

1 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

Hasil bumi bisa laris diekspor tanpa membuat bangsa ini menguasai teknologinya.

Produksi bisa naik tanpa memperbaiki nasib petani.

Ekonomi pun bisa tumbuh sambil meninggalkan kesenjangan dan kerusakan lingkungan.

Cara pandang terhadap pertanian pun, kata Bungaran, perlu dibenahi.

Selama ini pertanian dianggap sebatas kegiatan di lahan, kebun, kandang, dan kolam.

Bila hanya itu yang dihitung, sumbangannya cuma sekitar seperdelapan perekonomian, dan angka sekecil itu mudah melahirkan kesimpulan bahwa sektor ini boleh ditinggalkan saat ekonomi kian maju.

Padahal, di balik sepiring makanan ada rangkaian panjang yang bergerak bersamaan, mulai dari benih, pupuk, pakan, mesin, pengolahan, perdagangan, angkutan, pembiayaan, riset, hingga konsumsi.

Seluruh rantai itu ia namai agribisnis sebagai mega-sektor.

Namun rantai sebesar itu punya satu simpul yang paling rapuh, yaitu logistik.

“Kita tidak memiliki konsep logistik untuk mega-sektor agribisnis,” ujarnya.

Di negara kepulauan, jadwal kapal, pelabuhan, gudang, dan rantai dingin ikut menentukan biaya produksi dan daya saing.

Dari persoalan itulah Bungaran masuk ke gagasan yang paling menonjol dalam bukunya, yakni pergeseran dari keunggulan komparatif menuju keunggulan transformasional.

Ia mengingatkan, kekayaan alam tidak otomatis membawa kemajuan.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Gesha Yuliani Nattasya
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Ronalds Petrus Gerson
1 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU