Dengan hanya juara grup yang melaju ke final, Indonesia akhirnya mengamankan tiket ke partai puncak.
Malaysia harus memperebutkan posisi ketiga.
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengatakan timnya baru mengetahui kebutuhan untuk menambah gol ketika pertandingan sedang berjalan.
Herdman juga mengaku terkejut melihat Malaysia mampu menang 6-0 atas Singapura.
“Kalau melihat sejarah pertemuan mereka, itu belum pernah terjadi sebelumnya. Biasanya skornya 1-1, 2-1, atau 2-0,” ujar Herdman.
Ada fakta penting lain dalam persaingan Grup A.
Laga Indonesia melawan Bangladesh dan Malaysia menghadapi Singapura dimainkan pada waktu yang sama.
Jadwal serentak pada pertandingan terakhir fase grup diterapkan agar sebuah tim tidak bisa mengetahui hasil pertandingan pesaingnya sebelum laga mereka selesai.
Dengan mekanisme tersebut, Indonesia dan Malaysia harus memainkan pertandingan masing-masing tanpa mengetahui hasil akhir lawannya.
Kemenangan besar kedua tim baru bisa dibandingkan setelah seluruh pertandingan berakhir.
Perdebatan netizen kemudian melebar ke status Singapura dan Malaysia di Piala Asia.
Sebagian warganet mempertanyakan kekalahan 0-6 Singapura dari Malaysia, mengingat Singapura disebut akan tampil di Piala Asia, sementara Malaysia tidak lolos.
Namun, Piala Asia dan FIFA ASEAN Cup merupakan dua kompetisi berbeda.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...