Kotoran ternak dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos atau biogas.
Adapun bangkai ternak yang mati akibat penyakit menular harus ditangani sesuai prosedur agar risiko penyebaran penyakit bisa ditekan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan sejumlah hasil penelitian mengenai biosekuriti.
Penelitian pada kawasan feedlot di Tangerang yang dilakukan Damayati dan tim pada 2023 menunjukkan bahwa penguatan biosekuriti dapat menekan kejadian PMK.
Kajian pada peternakan sapi potong juga memperlihatkan pentingnya konsistensi penerapan biosekuriti internal maupun eksternal.
Semakin baik sistem pencegahan diterapkan, risiko penyakit dapat ditekan sehingga produktivitas ternak lebih terjaga.
Bagi sapi induk yang sedang berada dalam fase laktasi, kondisi kesehatan menjadi semakin penting.
Gangguan kesehatan dapat berdampak pada performa produksi dan pada akhirnya memengaruhi keberlanjutan usaha peternak.
Melalui Dospulkam 2026, IPB University mendorong agar biosekuriti tidak berhenti sebagai materi pelatihan.
Sistem tersebut diharapkan menjadi kebiasaan yang melekat dalam aktivitas peternak KPT Maju Sejahtera.
Sebab, “pagar gaib” itu memang tak terlihat.
Namun, disiplin membatasi lalu lintas, menjaga kebersihan, mengarantina ternak baru, mengendalikan vektor dan memantau kesehatan ternak bisa menjadi benteng pertama sebelum penyakit datang menyerang.
Bagi peternak Lampung Selatan, menjaga sapi induk laktasi pada akhirnya bukan hanya perkara mempertahankan ternak tetap sehat.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...