JAKARTA, HOLOPIS.COM – Sekolah terpencil ini belum tersentuh program MBG. Tak ingin muridnya kesulitan makan, seorang guru pun berinisiatif membuat ‘MBG mandiri’ dengan uang pribadi.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang terus diperluas, tetapi belum semua sekolah bisa merasakan manfaatnya.
Di sebuah sekolah terpencil di Sulawesi Tengah, seorang guru memilih bergerak sendiri agar murid-muridnya tetap bisa menikmati makanan saat berada di sekolah.
Sekolah tersebut adalah SD Kecil Ogolau, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong.
Letaknya yang berada di wilayah pegunungan membuat sekolah ini menghadapi persoalan akses yang tak sederhana.
Untuk mencapai sekolah, perjalanan harus melewati kawasan berbukit dan jalan setapak yang sempit.
Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam distribusi makanan.
Di tengah situasi itu, Riska Andriani, guru peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, mencoba melakukan apa yang bisa ia lakukan.
Riska awalnya tidak membuat kegiatan makan bersama dalam skala besar.
Ia hanya membagikan susu dan makanan ringan kepada murid menggunakan uang dari kantongnya sendiri.
Keputusan tersebut muncul setelah Riska mengetahui kondisi sebagian muridnya.
Ada anak-anak yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi sehingga urusan makan sehari-hari pun menjadi persoalan.
“Saat itu saya baru habis gajian, jadi saya gunakan dana pribadi untuk berbagi susu dan snack. Saya tahu ada beberapa anak yang kondisi ekonominya membuat mereka kesulitan untuk makan,” kata Riska.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...