Stok Beras NTT Capai 39.000 Ton
Amran memastikan cadangan beras yang tersedia di NTT masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Saat ini stok beras di NTT mencapai sekitar 39.000 ton. Sementara kebutuhan sekitar 34.600 pengungsi diperkirakan berada di kisaran 300 ton setiap bulan.
“Intinya tidak akan kekurangan beras. Kalau beras, tanggung jawab saya,” ujarnya.
Menurut Amran, distribusi bantuan juga tidak harus menunggu seluruh proses administrasi dari pemerintah pusat jika kondisi di lapangan membutuhkan penanganan segera.
Posko dan tim Bapanas yang berada di daerah diminta aktif melihat kebutuhan warga dan memastikan bantuan bisa bergerak sesuai kondisi.
“Kapan saja butuh, enggak masalah. Jadi jangan menunggu bulan. Tiba-tiba sudah habis. Tim kami 24 jam di posko,” tegas Amran.
6.000 Ton Beras Sudah Dikirim ke NTT
Hingga 20 Agustus 2026, pemerintah telah mengirimkan sekitar 6.000 ton beras untuk membantu masyarakat terdampak bencana di NTT.
Khusus di Kabupaten Manggarai, sebanyak 15 ton beras kembali disalurkan pada Kamis (20/8). Bantuan tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak dan akan ditambah apabila kondisi di lapangan membutuhkan pasokan tambahan.
Penyaluran pangan ini menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah menjaga kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascabencana.
Bantuan pangan diharapkan bisa sedikit meringankan beban keluarga terdampak. Terlebih, sebagian masyarakat masih harus menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk memperbaiki rumah, memulihkan pekerjaan, dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dengan cadangan beras yang tersedia serta distribusi yang terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, pemerintah menegaskan pasokan pangan bagi masyarakat terdampak bencana di NTT tetap menjadi perhatian selama masa pemulihan.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...