Ferry Koto Sentil Sudaryono soal Wacana Pengadaan Test Kit Antisipasi Keracunan Menu MBG

1 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

“Program memang punya BGN, tapi kalian tak berdaulat dengan program kalian. Lantas berharap program akan berjalan sesuai keinginan kalian?” tegas Ferry.

Ferry pada akhirnya mendorong agar evaluasi terhadap pelaksanaan MBG tidak berhenti pada penambahan perangkat seperti CCTV maupun test kit. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap desain tata kelola program dari hulu hingga hilir agar persoalan yang sama tidak terus berulang.

Ia menilai pendekatan pencegahan semestinya dibangun melalui sistem yang kuat, bukan hanya mengandalkan perangkat untuk mendeteksi persoalan setelah makanan diproduksi dan didistribusikan.

Sebelumnya diberitakan, bahwa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan pihaknya mempertimbangkan agar setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilengkapi test kit untuk mendeteksi kandungan berbahaya pada makanan.

Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu evaluasi yang dilakukan oleh BGN terhadap kasus keracunan yang sebelumnya ditemukan di jumlah dapur SPPG, salah satunya yang terjadi di Brastagi, Sumatera Utara.

“Jadi bahwa keracunan ini bukan hanya misalnya dicek organoleptik tadi dibau, dirasa, dicicipi. Sudah dibau nggak ada masalah, dicicipi juga nggak ada persoalan, akhirnya dikonsumsi. Jadi ini sedang kami pertimbangkan untuk kemudian di setiap dapur itu nanti kita lakukan test kit,” kata Sudaryono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Ia menjelaskan test kit bertujuan untuk mendeteksi kandungan berbahaya pada makanan seperti arsen dan sebagainya. Sudaryono juga mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan pembelajaran dari sejumlah SPPG yang telah menerapkan penggunaan test kit. Salah satunya SPPG yang dikelola Bhayangkari dari Polri.

“Jadi kita belajar dari keberhasilan SPPG, beberapa SPPG salah satunya adalah SPPG yang dikelola oleh Bhayangkari ya dari Polri itu menggunakan test kit dan saat ini tidak ada satu kasus pun keracunan. Jadi kita tidak ingin ada yang keracunan,” ujarnya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
1 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU