Survei FSP BUMN Bersatu: 81,3 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

0 Shares

Tekanan ekonomi tersebut juga berpengaruh terhadap kondisi keuangan keluarga. Sebanyak 48,3 persen responden mengaku kondisi ekonomi keluarganya tidak menentu, 30,1 persen merasa relatif aman karena memiliki tabungan sebagai pengaman, 14,3 persen menilai kondisi sudah bergejolak, dan 5,2 persen menyebut berada dalam kondisi kritis.

Mayoritas Akui Sulit Cari Kerja

Persoalan lapangan pekerjaan juga menjadi perhatian dalam survei tersebut.

Sebanyak 57,4 persen responden mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan baru di wilayah tempat tinggal mereka. Sebanyak 27,7 persen menyatakan masih tersedia pekerjaan, sedangkan 12,8 persen mengatakan pekerjaan terkadang tersedia.

Tekanan ekonomi juga tercermin dari persoalan kebutuhan sehari-hari. Harga sembako yang mahal menjadi keluhan terbesar dengan angka 57,8 persen.

Selain itu, 21,9 persen responden menyebut ancaman PHK sebagai beban ekonomi, sedangkan 18,3 persen mengaku tidak memiliki tabungan atau dana darurat.

Kondisi tersebut membuat Litbang FSP BUMN Bersatu menilai tingkat kerentanan ekonomi masyarakat masih cukup tinggi. Sebanyak 63,8 persen responden disebut berada dalam kondisi sangat rentan, sementara 30,1 persen merasa aman karena memiliki tabungan. Sebanyak 6,1 persen tidak memberikan jawaban.

Prabowo Masih Unggul dalam Simulasi Pilpres

Survei FSP BUMN Bersatu juga melakukan simulasi apabila pemilihan presiden digelar saat ini.

Hasilnya, Prabowo Subianto memperoleh 70,2 persen pilihan responden. Di bawahnya terdapat Dedy Mulyadi dengan 8,5 persen, Anies Baswedan 6,9 persen, Gibran Rakabuming Raka 6,4 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,3 persen, dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 2,1 persen. Sebanyak 1,6 persen responden tidak memberikan jawaban.

Temuan tersebut menunjukkan tingkat kepuasan terhadap Prabowo masih beriringan dengan tingginya elektabilitas dalam simulasi yang dilakukan FSP BUMN Bersatu.

Di sisi lain, survei mencatat 74,8 persen masyarakat masih optimistis kondisi ekonomi akan membaik. Namun, terdapat 21,6 persen responden yang memperkirakan kondisi ekonomi ke depan kembali melemah.

Menurut FSP BUMN Bersatu, angka tersebut menjadi sinyal yang perlu diperhatikan pemerintah karena menunjukkan masyarakat mulai lebih berhati-hati dalam melihat prospek ekonomi hingga akhir 2026.

Secara keseluruhan, FSP BUMN Bersatu menyimpulkan publik masih memberikan penilaian positif terhadap Prabowo, terutama dalam bidang politik, hukum, pendidikan, dan bansos. Namun, tekanan terhadap harga pangan, lapangan kerja, pendapatan, ancaman PHK, serta minimnya dana darurat menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diatasi.

“Ketakutan akan harga pangan, sulitnya mencari kerja, dan ketiadaan jaring pengaman finansial adalah pesan bahwa ada sesuatu yang sedang tidak beres terhadap perekonomian kita,” demikian kesimpulan Litbang FSP BUMN Bersatu.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA