“Kami menyadari bahwa FNB ini adalah sektor yang cukup strategis yang tidak hanya menjadi pilar penting dalam penopang pertumbuhan ekonomi nasional kita secara keseluruhan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memperkuat daya saing dan citra produk Indonesia di pasar global,” ujar Roro.
Untuk memperluas akses pasar, Kemendag memiliki jaringan perwakilan perdagangan di berbagai negara.
Jaringan tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mencari peluang pasar, membangun koneksi dengan calon pembeli, serta memahami karakteristik pasar negara tujuan.
Dengan potensi pasar Timur Tengah, diaspora Indonesia, hingga ekspansi restoran nasional ke luar negeri, pemerintah berharap produk makanan dan minuman Indonesia semakin mampu menembus pasar global.
Namun, peningkatan kualitas dan pemenuhan standar negara tujuan tetap menjadi kunci sebelum produk mamin Indonesia benar-benar masuk ke pasar internasional.



